Cegah Takjil Berbahaya, Dinkes Prabu Sidak Pasar

0
121

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Ramadhan tentu menjadi bulan yang sangat dinantikan sebagain masyarakat yang ingin meraup penghasilan tambahan dari berjualan takjil. Namun, terkadang peluang tersebut dimanfaatkan sebagian orang yang ingin meraup untung dengan cara yang tidak halal, atau mencampur takjil jualannya dengan zat-zat berbahaya.

Unruk mencegah hal tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, Dinas Kesehatan (Dinkes) Prabumulih, Brahyadi memastikan jika pihaknya akan melakukan pengawasan serta inspeksi mendadak (sidak) di pasar takjil yang ada di Prabumulih.

“Kami akan merencanakan sidak pasar takjil beberapa kali sampai lebaran Idul Fitri. Kami akan melakukan pemeriksaan makanan atau jajanan takjil. Jadi, akan ada beberapa titik termasuk supermarket, ungkapnya kepada Sumateranews.co.id usai dirinya melakukan sidak bersama Polres Kota Prabumulih, Jumat (11/5).

Masih kata Brahyadi, giat tersebut biasanya akan berkoordinasi dengan Balai POM (BPOM) Sumatera Selatan (Sumsel). “Tahun kemarin, kami (bersama BPOM) memantau pasar takjil yang ada. Sifat pantauan tersebut untuk mencegah jajanan takjil yang mengandung zat-zat berbahaya,” ujarnya.

Sebenarnya lanjut Brahyadi, kebanyakan makanan (mengandung zat berbahaya) itu datangnya dari Palembang. Begitu juga dengan tahu yang kebanyakan dari Luar Kota Prabumulih.

“Kalau kami, ada petugas sanitarian yang tahu dengan industri makanan yang ada di Prabumulih. Tahu dan tempe di Prabumulih sebenarnya aman, cuma yang ditakutkan adalah tahu dari luar dan tidak terpantau,” lanjutnya.

Ditambahkan, jika ada temuan takjil yang mengandung zat berbahaya, sebenarnya itu adalah wewenang dari BPOM. Dinas Kesehatan itu sifatnya adalah preventif (pencegahan). “Terkait hal itu, kami biasanya melakukan pembinaan agar masyarakat tidak lagi menjual takjil yang berbahaya bagi kesehatan,” jelasnya.

Namun, Brahyadi tetap berharap agar jajanan takjil di Kota Prabumulih bisa aman dari kandungan zat berbahaya. “Kami berharap takjil yang dijual bebas dari zat-zat berbahaya terhadap kesehatan. Dengan itu, masyarakat Prabumulih bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik,” harapnya.

Laporan          : M. Irfan

Editor/Posting : Imam Ghazali