Cegah Covid-19, Pemkab Pali Perketat Penjagaan Pemeriksaan di Wilayah Perbatasan

95

Sumateranews.co.id, PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dalam penanganan dan pencegahan masuknya Covid-19 di Bumi Serepat Serasan memperketat penjagaan pemeriksaan dipintu-pintu masuk wilayah perbatasan.

Sedikitnya ada enam titik pintu masuk yang sudah menjadi sasaran penjagaan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim posko pemantau Covid-19 kabupaten PALI, yang didirikan sejak dua pekan lalu, untuk memantau dan mendekteksi masuknya orang dari luar daerah.

Lokasi Posko Pemantau Covid-19 tersebut, 1. Di Desa Talang Bulang perbatasan dengan Kabupaten Muara Enim, 2. Desa Muara Sungai perbatasan dengan Kota Prabumulih, 3. Desa Sedupi Perbatasan dengan Kabupaten Muara Enim, 4. Maju Jaya Perbatasan dengan Kabupaten MUBA. 5. Kotabaru perbatasan dengan Kabupaten MUBA, 6. Benakat perbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas.

Di samping membentuk 6 posko pemantau di perbatasan, juga membentuk posko di setiap Desa dalam kabupaten PALI yang tugasnya mengawasi warga yang di nyatakan OTG maupun ODP mengisolasi secara mandiri di rumah masing2 serta melaporkan warga pendatang yang belum terdata oleh tim gugus tugas.

“Ada enam titik posko pemantau dilima kecamatan, kita bekerjasama dengan pihak kepolisian dan TNI. Jadi apabila ada suspek dari luar yang akan masuk ke PALI terpaksa wajib mengikuti protokol kesehatan dan wajib melakukan isolasi selama 14 hari,” ujar Bupati PALI melalui Junaidi Anuar, Ketua Gugus Tugas Covid-19 kabupaten PALI.

Sedangkan untuk posko Di Desa menurutnya ada tim dari desa itu sendiri, Yang terdiri dari petugas linmas, Perangkat Desa perangkat kecamatan Satpol pp, tenaga medis puskesmas atau dari pustu dan di bantu oleh anggota POLRI dan TNI yang standbye setiap hari selama 24 jam.

Dijelaskan Junaidi Anuar, bagi pendatang yang lewat di posko dan terindikasi suspek korona maka akan langsung dilakukan rapid test dan diisolasi di rumah isolasi, dikatakannya mengambil langkah bijak ini lantaran Kabupaten PALI berada di tengah dan menjadi daerah lintas sejumlah kabupaten/kota dan provinsi di Sumatera.

Diakui Junaidi, pihaknya lebih memilih perketatan pintu masuk ketimbang lockdown, karena menurutnya lockdown adalah keputusan dari pusat, maka untuk sementara ini belum dilakukan hanya masyarakat diimbau dan diminimalisir keluar rumah, jika tak penting sebaiknya berdiam dirumah saja.

” Kalau untuk lockdown itu adalah keputusan dari pemerintah pusat bukan kewenangan dari kita, kita hanya memperketat, namun meskipun demikian, Walau memperketat penjagaan di pintu masuk, kami memastikan kebutuhan logistik masyarakat PALI tetap terpenuhi Kita jamin pasokan untuk PALI aman termasuk saat Ramadhan dan lebaran nanti,” tegas Junaidi Anuar.

Laporan : Herman
Editor     : Abiyasa

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here