Catatan Buku Biru Si Robi, Bawa Bupati Non Aktif, Plt Bupati dan Ketua DPRD kabupaten Muara Enim Berikan Kesaksian di Sidang Tipikor Hari Ini

727
Terdakwa Robi Okta Fahlevi (35) menggenakan rompi orange list garis hitam, Direktur Utama sekaligus pemilik PT Indo Paser Beton dan Cv Ayas., pelaku penyuapan Bupati Muara Enim Non Aktif Ahmad Yani, saat keluar dari ruang sidang Tipikor Pengadilan Negeri Palembang, beberapa waktu lalu.

Sumateranews.co.id, PALEMBANG, – Tidak seperti persidangan sebelumnya, pada sidang lanjutan Tipikor hari ini, Selasa (03/12) Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK kembali akan menghadirkan sejumlah saksi di sidang ketiga perkara penyuapan terhadap Bupati Muara Enim Nonaktif Ahmad Yani, yang tertangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dimana dari 8 saksi yang akan dihadirkan, 3 diantaranya adalah Bupati Muara Enim Non Aktif Ahmad Yani, Plt Bupati Muara Enim Juarsah, dan Ketua DPRD kabupaten Muara Enim Aries HB.

Ketiganya dihadirkan, menyusul hasil persidangan sebelumnya dimana Jaksa Penuntut Umum KPK menunjukkan barang bukti berupa buku biru berisi catatan yang didapat dari terdakwa Robi Okta Fahlevi (35) Direktur Utama sekaligus pemilik PT Indo Paser Beton dan Cv Ayas.

Di dalam buku catatan tersebut mengungkap beberapa nama diantaranya adalah Ahmad Yani, Juarsah dan Aries HB yang disebut menerima suap uang dengan nominal yang berbeda-beda serta termasuk beberapa nama anggota DPRD Muara Enim lainnya, yang ikut menerima sejumlah uang kompensasi fee 16 proyek dari terdakwa Robi.

“Setelah menghadirkan sembilan orang saksi yang merupakan rekanan dari terdakwa sendiri, untuk sidang selanjutnya masih akan menghadirkan delapan saksi yang insyaallah diantaranya menghadirkan Bupati Nonaktif Muaraenim Ahmad Yani, Wabup Juarsah yang sekarang menjabat Plt Bupati Muara Enim serta Ketua DPRD Muara Enim Aries HB,” Ungkap Ketua Tim JPU KPK Roy Riady, ditemui usai persidangan kedua kasus tersebut, Selasa minggu kemarin.

Dalam sidang, yang diketuai oleh Ketua PN Palembang Bongbongan Silaban, dijelaskan Roy saat itu, pihaknya menghadirkan sembilan orang saksi yang terdiri dari instansi PUPR Muara Enim sebagai rekanan proyek terdakwa, Direktur beserta staff dan rekanan perusahaan kontraktor yang terdakwa miliki termasuk supir terdakwa.

Sekedar mengingatkan, tertangkapnya terdakwa oleh KPK tersebut diduga melakukan suap untuk meloloskan tiap proyek strategis di kabupaten Muara Enim dari bulan Desember 2018 sampai dengan September 2019.

Dalam dakwaan juga terungkap kasus suap terjadi di beberapa tempat diantaranya; di Jalan Komplek BCA Muara Enim, di Perumahan Citra Grand City Cluster Orchard Blok A5 Nomor 01 Kota Palembang, di Perumahan Cluster Pavillion Kota Palembang, di parkiran mobil daerah Sudirman Talang Jawa dekat Bank BNI Kabupaten Muara Enim, serta di salah satu rumah makan di Kota Palembang, di salah satu rumah makan di Kabupaten Muara Enim, di Salon Mobil JDM di Kota Palembang, Rumah Makan Bakmi Aloi Jl. Alang-Alang Lebar Kota Palembang atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang.

Pada saat itu tim OTT KPK mendapatkan barang bukti suap memberi uang dalam bentuk Dollar Amerika sejumlah USD35.000 (tiga puluh lima ribu dollar Amerika Serikat)dan dalam bentuk Rupiah sejumlah total Rp 22.001.000.000,00 (dua puluh dua miliar satu juta rupiah) atau setidak-tidaknya sejumlah itu serta 2 (dua) unit kendaraan bermotor yakni : 1 (satu) unit mobil pickup merk Tata XenonHD single cabin warna putih, 1 (satu) unit Mobil SUV Lexus warna hitam Nopol B2662 KS .

Suap tersebut merupakan bagian dari realisasi pemberian komitmen fee proyek 15% di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muara Enim Tahun 2019 kepada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Muara Enim dan pihak-pihak terkait lainnya.

Laporan : Are

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here