Cari Burung di Hutan, Camat Pagar Gunung Temukan Sejumlah Arca

55

Sumateranews.co.id, LAHAT – Julukan  kabupaten Lahat, Sumatera Selatan sebagai Bumi Seribu Megalitik sepertinya tak berlebihan. Terbukti kabupaten yang terkenal kaya dengan hasil alamnya ini memperoleh rekor MURI sebagai pemilik situs megalitik terbanyak se Indonesia pada tahun 2012 lalu.

Dan baru-baru ini, sejumlah benda purbakala atau situs megalitikum kembali ditemukan di kawasan desa Karang Agung, kecamatan Pagar Gunung, Lahat.

Beberapa benda berupa arca manusia, arca hewan, dan susunan batu bata ditemukan warga di semak-semak hutan di desa tersebut.

“Penemuan ini tidak disengaja,” ungkap Iskandar Jumaidi, Camat Pagar Gunung yang langsung menemukannya, belum lama ini.

“Awalnya saya mencari burung bersama Umar Said warga desa Karang Agung di hutan berupa semak belukar dan tidak sengaja melihat onggokan batu lalu saya sampaikan kepada Mario staf khusus Bupati Lahat bidang pariwisata dan ekonomi kreatif melalui pesan whatsapp dan akhirnya kami bersama meninjau lokasi penemuan,” ujar Camat.

Dia jelaskan, lokasi penemuan situs megalitik berada sekitar 3 km dari desa Karang Agung atau tak jauh dari jalan lintas desa Karang Agung ke desa Talang Sejemput.

“Dari jalan aspal ini hanya berjarak kurang dari 1 km atau berjalan selama 5 menit menyusuri kebun kopi lalu masuk ke semak belukar setelah melalui sedikit jalan menanjak yang baru saja di buka untuk perkebunan,” terang Iskandar.

Dia lanjutkan, di lokasi tersebut dirinya tanpa sengaja saat hendak mencari burung menemukan Arca dalam posisi duduk memakai gelang tangan dan kalung tetapi bagian kepala sudah hilang.

“Sepertinya bagian kepala yang hilang ini telah lama terjadi,” sebut Camat ini.

Temuan kedua juga berupa Arca hewan seperti badak, terlihat bagian ekor, kepala dengan kedua tanduk, mata, kuping, mulut dan cula. Tetapi sayang Arca ini sudah tidak utuh lagi karena bagian kanan Arca juga sudah hilang dan terlihat bekas patahannya.

Kemudian tak jauh dari lokasi penemuan pertama, juga ditemukan batu susun empat atau yang dikenal dengan sebutan tetralit. Tetralit berasal dari bahasa Yunani yaitu tetra berarti empat dan lith berarti batu, jadi tetralit berarti empat batu atau batu susun empat yang berfungsi sebagai sarana berkumpul masyarakat budaya megalitik. Selain itu masih ada beberapa batu batu yang belum dapat di identifikasi. Dan kemungkinan bila area semak belukar tersebut dibuka akan banyak ditemukan benda peninggalan megalitik lainnya.

“Saya juga ketua lembaga Kebudayaan dan pariwisata panoramic of Lahat berharap dengan temuan situs terbaru ini masyarakat dapat menjaga kelestarian karena ini merupakan peninggalan nenek moyang yang mempunyai nilai budaya yang sangat tinggi dan tidak dimiliki oleh setiap daerah maka dengan temuan ini harus menjadi kebanggaan tersendiri. Kami dari lembaga sudah melaporkan kepada instansi terkait seperti Balai Arkeologi Sumatra Selatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional juga akan kami laporkan dinas terkait di Lahat,” tutupnya.

Laporan : Novita/Irham

Editor.   : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here