PURBALINGGA — Di sudut Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, perubahan kini mulai terlihat. Di antara tumpukan bata dan adukan semen, tembok-tembok rumah perlahan berdiri, menandai tumbuhnya harapan baru bagi para warga penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga.
Tak lagi sekedar rencana, pembangunan itu kini telah berjalan. Dari total 10 rumah sasaran, progresnya saat ini telah mencapai sekitar 15 persen. Pondasi mulai tersusun rapi, sementara sebagian rumah sudah mulai memasuki tahap pendirian tembok.
Salah satunya, ialah rumah milik Misdi. Ia berdiri tak jauh dari bangunan yang dulu tak layak di huni, namun kini mulai terbentuk. Ia memandangi setiap sudut dinding-dinding yang kini perlahan menutup ruang yang dulu terbuka.
“Alhamdulillah, sekarang rumah saya mulai terlihat bentuknya. Dulu rumah saya sangat sederhana, masih berdinding anyaman bambu, tapi sekarang sudah ada pondasi dan tembok yang kuat,” ucapnya dengan nada haru, Minggu (26/4/2026).
Bagi Misdi, setiap susunan bata itu bukan sekedar material bangunan. Lebih dari itu merupakan tanda bahwa kehidupannya mulai berubah ke arah yang lebih baik.
Di lokasi yang sama, kebersamaan antara Satgas TMMD dan warga tampak begitu terasa. Semua melebur dalam satu tujuan, yakni menghadirkan hunian yang lebih layak bagi sesama.
Babinsa Koramil 12/Karanganyar untuk Desa Krangean, Serma Jarwono, menyebutkan bahwa capaian progres pembangunan RTLH ini merupakan hasil semangat gotong royong yang terus terjaga.
“Alhamdulillah, untuk RTLH sekarang sudah mencapai kurang lebih 15 persen. Dari 10 rumah, semua sudah mulai dikerjakan, terutama di tahap pondasi dan pendirian tembok,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan aktif warga menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pembangunan.
“Warga sangat antusias, hampir setiap hari mereka ikut membantu. Ini yang membuat progres pekerjaan bisa berjalan lancar,” tambahnya.
Seiring waktu, bangunan-bangunan itu akan terus bertumbuh. Dari pondasi, tembok hingga atap. Namun, lebih dari itu, yang tengah dibangun saat ini bukan hanya sebuah rumah, melainkan rasa aman, kenyamanan dan harapan baru bagi para penghuninya.
Di Desa Krangean, TMMD bukan sekedar program pembangunan. Ia hadir sebagai gerakan bersama yang perlahan namun pasti, mengubah wajah desa sekaligus kehidupan warga.
