Camat Diminta Klarifikasi dan Verifikasi Sebelum Mengeluarkan Rekomendasi Pergantian Perangkat Desa

620
Edi Hariyanto Ketua Komisi I saat memimpin rapat Gugatan Perangkat Desa Sri Gunung Kecamatan Lilin Kabupaten Muba.

Sumateranews.co.id, MUBA – Pergantian Kepala Desa hasil Pilkades serentak beberapa waktu lalu, yang kini sudah satu bulan menjalankan tugasnya dan telah dilakukan pelantikan oleh Bupati Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan melalui Camat masing-masing wilayah mulai menimbulkan konflik antara Kades terpilih dengan perangkat desanya.

Hal itu dilatarbelakangi adanya pergantian perangkat desa lama oleh Kades terpilih sehingga menjadi atensi Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muba setelah banyaknya laporan perangkat desa yang masuk mengadukan nasibnya ke Gedung Parlemen Muba.

Melihat penomena ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Muba Richard Cahyadi mengeluarkan ultimatum dengan memberikan surat imbauan kepada Camat agar sebelum mengeluarkan rekomendasi pergantian terlebih dahulu dilakukan Verifikasi juga Klarifikasi langsung bila ada surat pengajuan pergantian perangkat desa oleh Kepala Desa.

Menurutnya, konflik pergantian ini berulang kali terjadi dikarenakan adanya kepentingan juga indikasi janji politik saat mencalonkan diri pada Pilkades lalu. Sebelumnya setiap Kades sudah diberikan surat pernyataan untuk tidak serta merta melakukan pergantian perangkat dan walaupun adanya pergantian harus mengacu kepada pedoman aturan perundang-undangan (Perda No. 08 Tahun 2017).

“Camat diharapkan tidak serta merta memberikan rekomendasi pergantian perangkat desa yang diajukan Kades sebelum melakukan Klarifikasi dan Verifikasi langsung hal itu perlu dilakukan agar dikemudian hari tidak menimbulkan polemic,” pinta Richard, saat hadir di Komisi I DPRD Muba membahas laporan perangkat desa Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin, Senin (29/06/2020).

Dijelaskan Richard, dari banyak laporan perangkat desa ditemukan keanehan dalam proses pergantiannya yang dilakukan Kades, seperti sebelum dilantik sudah mengeluarkan SK baru dan saat ini baru satu bulan menjalankan tugasnya sudah merombak perangkat.

“Sebenarnya, selama ini pemerintah daerah Kabupaten Muba sudah melakukan pembinaan kepada seluruh perangkat desa agar paham tata kelola pemerintahan desa sehingga dapat berjalan sesuai harapan masyarakat. Bila di pemerintahan desa terjadi konflik, dikhawatirkan akan menghambat roda pemerintahan desa juga pembinaan yang telah dilakukan semua menjadi sia-sia. Dan itu sudah ditegaskan kepada semua Kades agar mengedepankan aturan,” tegasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan audit terhadap Kepala Desa dan apabila dalam pergantian perangkat ditemukan unsur tidak sesuai aturan, pencairan dana desa akan dilakukan penundaan. Dan pihaknya saat ini tetap memberikan honor pada perangkat lama sebelum adanya penyelesaian masalahnya.

Sementara itu, sebelum mengakhiri sidang gugatan perangkat desa Sri Gunung, Ketua Komisi I DPRD Muba Edi Hariyanto memberikan rekomendasi hasil rapat dengan meminta Bupati Muba, BPMD dan Camat melakukan sosialisasi pedoman peraturan daerah tentang syarat yang harus dilakukan Kepala Desa terkait pemberhentian dan pergantian perangkat desa agar kedepannya tidak terjadi lagi konflik.

Laporan : Hasbullah Anwar III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here