Bupati OKI Canangkan Program Bebas Buta Aksara Al-Qur’an

0
217

OKI.Sumateranews.co.id.Bupati OKI, H Iskandar, SE mencanangkan program bebas buta aksara Al-Quran bagi pelajar di Kabupaten OKI. Program ini sebagai bentuk implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pendidikan Baca Tulis Al-Quran (BTQ).

Perda ini sudah diberlakukan untuk anak-anak yang akan masuk sekolah, baik itu Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Sebagai muslim sudah semestinya Al-Quran menjadi pegangan hidup kita. Untuk itu, saya berpesan kepada anak-anak untuk terus menggali ilmu, khususnya ilmu agama sebagai bekal di hari tua,” kata Bupati OKI, H Iskandar, SE didampingi Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki, saat mewisuda 2.500 santri TK/TPA Al-Quran se-Kabupaten OKI yang tergabung dalam BKMT Kabupaten OKI di GOR Biduk Kajang Kayuagung, (6/7).

Sebagai kepala daerah, lanjut Iskandar, pihaknya juga berkeinginan agar generasi penerus bangsa Kabupaten OKI bisa terbebas dari buta aksara Al-Quran.

“Jelas ini sebagai tantangan. Sebagai kepala daerah, setidaknya kita bisa mengeliminir dan bagusnya buta aksara ini hilang di OKI ini,” tutur Iskandar.

Untuk menyukseskan program ini, sekolah di Kabupaten OKI bersama orang tua wali murid bersinergi meningkatkan minat, kemampuan membaca, pemahaman, penghayatan dan pengamalan pelajar muslim di Kabupaten OKI terhadap Al-Quran.

“Bagi pelajar muslim tingkat SD, SMP, maupun SMA wajib bisa baca tulis Al qur’an. Kalau belum bisa sekolah wajib melakukan pembimbingan secara intensif dengan harapan OKI ini akan bebas dari buta aksara Al-Quran,” tutur Iskandar.

“Alhamdulillah kita merasa senang melihat anak-anak sudah munaqosah dan hari ini, ikut munaqosah,” kata Syamsu Riadi SEi, Ketua DPD BKPMRI OKI.

Syamsu turut mengapresiasi perhatian Bupati OKI dan Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap pendidikan Al-Quran bagi anak-anak.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Pak Bupati dan Pak Wagub beserta jajaran legistlatif yang sudah memprogram bebas buta aksara Al qur’an karena pendidikan agama ini salah satu rencana strategis untuk membangun daerah,” ucapnya.

Syamsu merinci di Kabupaten OKI sudah berdiri sebanyak 734 unit TK/TPA yang tersebar di 327 desa dan kelurahan dengan 4.500 orang ustad/ustadzah serta 25.000 santri dan santriwan.

“Tahun ini kita mewisuda sebanyak 4.700 santri. Diantara itu ada 2.500 orang diwisuda di GOR Biduk Kajang ini,” jelasnya.

Laporan : Aliaman
Editor : Imam Ghozali
Posting : Andre