Buntut Unras Simpang Lima Banda Aceh, Dema UIN-Ar Raniry Desak Penyebar “Hoaks” Meminta Maaf

0
262
Buntut Unras Simpang Lima Banda Aceh, Dema UIN-Ar Raniry Desak Penyebar “Hoaks” Meminta Maaf
Ketua Dema UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Reza Hendra Putra didampngi pengurus lainnya, saat menggelar press rilis dan video yang diterima redaksi ini, pada Kamis (17/12/2020).

BANDA ACEH – Aksi unjuk rasa (Unras) yang dilakukan sejumlah pihak di Simpang Lima Banda Aceh, pada Rabu (16/12/2020) sepertinya bakal berbuntut panjang. Pasalnya Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Ar-Raniry Banda Aceh mendesak pihak penyebar Hoaks yang menuding pihaknya terlibat pada aksi tersebut untuk segera menyampaikan permintaan maaf.

Desakan itu diungkap oleh Ketua Dema UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Reza Hendra Putra dalam siaran pers dan video yang diterima redaksi ini, pada Kamis (17/12/2020).

Disampaikan Reza, pihaknya mengeluarkan rilis pers menyusul adanya aksi sejumlah pihak yang dilakukan di Simpang Lima Banda Aceh, yang menuding lembaga Dema Ar-Raniry terlibat dalam aksi tersebut.

“Kami Dema UIN Ar-Raniry Banda Aceh hari ini melakukan rilis pers terkait aksi yang dilakukan beberapa pihak kemarin di Simpang 5 dan menjaga tuduhan atas lembaga dan saya pribadi, dan menyatakan sikap terkait dengan problematika yang sedang terjadi,” tulis Reza, yang dalam siaran pers tersebut didampingi beberapa pengurus lainnya.

Dia lanjutkan, terkait aksi tersebut pihaknya menyampaikan empat poin penting.

Berikut petikan lengkap siaran pers Dema Ar-Raniry Banda Aceh, antara lain sebagai berikut:

Assalamualaikum wr wb

HIDUP MAHASISWA

  1. Kami menegaskan bahwasanya tidak ada keterlibatan apapun Dema UIN Ar-Raniry dan seluruh mahasiswa UIN Ar-Raniry dalam aksi yang dilakukan kemarin di Simpang 5.
  2. Terkait dengan kehadiran kami di aksi kemarin hasil laporan dari beberapa kawan-kawan bahwasanya ada peserta aksi yang menggunakan identitas lembaga kami dan kami hadir di lapangan untuk memastikan bahwasanya tidak ada mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang terlibat dalam aksi tersebut. Dan terkait segala tuduhan kepada lembaga dan saya pribadi bahwasanya kami sebagai penggerak aksi tersebut, itu adalah hoaks dan kami meminta kepada penyebar agar bisa meminta maaf segera.
  3. Kami mengecam tindakan-tindakan yang memecah belah dan mengadu domba sesama warga negara Indonesia terutama masyarakat Aceh.
  4. Meminta kepada seluruh masyarakat Aceh untuk tidak melakukan pembullyan kepada peserta aksi yang kemungkinan hanya menjadi korban dalam aksi tersebut.

“Demikian pers rilis ini, semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mari kita menjaga kedamaian di Aceh dan tetap terus memperjuangkan kebenaran dan keadilan,” ungkap Reza, di akhir siaran persnya.

Laporan : Ar/Red III Editor : Donni