Buntut Peralatan kWh PLN Belum Terpasang, Tiga Kepala Desa di Kecamatan Rawajitu Utara Mesuji Dilaporkan

112
Ketiga kepala desa yakni, dari Desa Sidang Sidorahayu, Desa Sidang Iso Mukti, dan Desa Panggung Jaya, saat menemui Ketua DPD Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Provinsi Lampung, Untung Supriadi S.P di kantornya, di Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, pada Jum'at (03/07/2020) kemarin.

Sumateranews.co.id, MESUJI – Buntut ketidakjelasan persoalan kWh meteran PLN di tiga desa di Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung sampai sekarang, membuat ketiga kepala desanya dilaporkan LSM Gerakan Pemuda Anti Anarki dan Provokasi (GARDAPRO).

Pelaporan ketiga kepala desa itu terungkap, setelah ketiganya yakni dari Desa Sidang Sidorahayu, Desa Sidang Iso Mukti, dan Desa Panggung Jaya menemui Ketua DPD Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Provinsi Lampung, Untung Supriadi S.P di kantornya, di Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, pada Jum’at (03/07/2020) kemarin.

“Intinya kami membantah isi surat yang dikirim oleh LSM GARDAPRO dan semua laporan kami terkait PLN,” terang Anton, yang dalam pemanggilan itu didampingi dua kepala desa lainnya yaitu, Ateu Rukmana dan Jumiran.

Dia katakan, baik dirinya maupun kedua rekannya belum pernah sama sekali bertemu dengan pengurus LSM GARDAPRO yang menyurati mereka terkait permasalahan kWh meteran yang belum terpasang sampai sekarang.

“Dengar nama LSM Itu aja kami baru tau ini,” timpal Jumiran, menambahkan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD LAI Provinsi Lampung Untung Supriyadi meminta keduanya untuk tidak perlu merasa takut dan khawatir terhadap permasalahan tersebut.

“Karena kami juga mendapatkan surat yang sama dari LSM GARDAPRO,” ucap Untung.

Dijelaskan Untung, timbulnya surat tersebut, saat dirinya mendampingi menemui Ketua DPP LAI Pusat Letjen (Purn) Joni Lubis di Jakarta.

“Tiba-tiba surat itu muncul dan seolah-olah ingin menjelaskan perihal listrik di desa desa yang kini sedang kita pertanyakan,” jelas Untung.

Bahkan Untung menegaskan, keberadaan surat dari LSM GARDAPRO itu tidak akan membuat pihaknya mundur malah terus maju untuk memertanyakan dan mendapatkan jawaban yang jelas terkait persoalan tersebut.

“Walau pun mereka mendapatkan surat yang dikirim oleh LSM GARDAPRO itu, tidak membuat langkah kami mundur. Justru kami akan terus memertanyakan sampai mendapatkan jawaban yang benar benar jelas dari pihak PLN,” imbuhnya.

Sementara menyikapi itu, Anggota DPRD Kabupaten Mesuji Agus Munawar menerangkan pihaknya berencana akan kembali memanggil pihak PLN. Agus juga menyebutkan, pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut sampai selesai.

“Rencana kembali akan kita surati PLN, dan kita akan terus kawal persoalan kWh yang jadi permasalahan di Kecamatan Rawajitu Utara hingga benar-benar selesai,” tandas Agus Munawar.

Terpisah, Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung ketika dikonfirmasi melalui via WhatsApp oleh awak media, hingga saat ini masih belum memberikan jawaban meski kondisi WhatsApp-nya sedang aktif.

Laporan : Aan S III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here