Buntut Pemecatan 109 Nakes, Komisi IV Akan Layangkan Mosi Tidak Percaya

86
Ketua Komisi IV Rizal Mustopa saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (7/07).

Sumateranews.co.id, OGAN ILIR – Buntut pemecatan 109 tenaga kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) oleh Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam, beberapa waktu lalu, mulai mengundang reaksi DPRD OI. Bahkan, melalui Komisi IV DPRD akan melayangkan mosi tidak percaya kepada pemerintah daerah.

Pernyataan itu diungkapkan langsung oleh Ketua Komisi IV Rizal Mustopa saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (7/07). Menurut Rizal, pihaknya tinggal menunggu hasil  LAHP Ombudsman Sumsel.

“Kami masih menunggu Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) yang akan dikeluarkan oleh Ombudsman Sumsel.

Sebab dalam laporan itu, keputusan Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam yang memecat 109 Nakes itu diduga terjadi maladministrasi,” ungkapnya.

Rizal pun menyayangkan keputusan Bupati Ogan Ilir yang mengeluarkan SK Bupati Ogan Ilir, nomor 191/KEP/RSUD/2020 terkait pemecatan tersebut. Seharusnya Bupati menyikapi permasalahan tersebut secara arif dan dari sisi kemanusiaan.

“Kami prihatin, harusnya dipertimbangkan secara arif bahwa mereka telah mengabdi tidak dalam jangka waktu pendek. Dan mereka tidak mendapatkan timbal balik yang sepadan. Kami tetap komitmen mengupayakan untuk mengembalikan posisi semula, walaupun tidak saat ini,” tegasnya.

Jika nantinya LAHP Ombudsman Sumsel, yang rencananya akan keluar di pertengahan Juli, disampaikan Rizal Mustopa, pihaknya akan mengawal, dan bilamana tidak dijalankan oleh Bupati, pihaknya akan melihat langkah-langkah yang bisa diambil. Bisa saja langkah yang diambil mosi tidak percaya terhadap pemda, dan langkah-langkah prosedur yang dapat diambil oleh DPRD Ogan Ilir.

“Kami akan dorong ke Pansus, bisa juga jadi tahapan-tahapan berikutnya. Kalau memang nanti ada satu fraksi yang akan mengusulkan tindakan lebih jauh, akan kita tindak lanjuti,” jelasnya.

Laporan : AL III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here