BUMN Serentak Gelar Program Padat Karya Tunai di Palembang

0
130
BUMN beserta anak usaha BUMN menyelenggarakan program Padat Karya Tunai (PKT) di Palembang, Minggu (8/4/2018). Foto: Sripku.com/Rahmaliyah

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – BUMN beserta anak usaha BUMN menyelenggarakan program Padat Karya Tunai (PKT) di Palembang. Kegiatan yang masih merupakan rangkaian acara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kementerian BUMN yang ke-20 ini, digelar di Sungai Rengas, Sungai Taligawe, dan di Kampung Lorong, Batu Ampar, Kecamatan Ilir 1 Kota Palembang.

“Sesuai arahan dari Kementerian BUMN, kami dari PT Hutama Karya (Persero) sebagai koordinator bersama Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), PTPN III (Persero), PT Bahana PUI (Persero), serta anak usaha BUMN yakni PT Pupuk Sriwijaya, PTPN VII, dan PT Bukit Asam Tbk., mendapat amanat untuk melaksanakan program PKT di Palembang,” terang Putut Ariwibowo, Direktur Human Capital dan Pengembangan PT Hutama Karya (Persero), kepada Sumateranews.co.id, Minggu(08/04).

Lebih lanjut Putut memaparkan bahwa, pihaknya bersama BUMN dan anak usaha BUMN tersebut akan melakukan kegiatan bersih-bersih di Sungai Rengas dan Sungai Taligawe dan pengecoran jalan desa di Kampung Lorong, Batu Ampar yang pelaksanaan dilapangannya akan melibatkan 100% tenaga kerja lokal dari masyarakat sekitar.

“Prinsip dasar PKT adalah bagaimana caranya kita dapat menyediakan sarana prasarana infrastruktur lingkungan yang berimbas langsung terhadap perekonomian daerah tersebut,” kata Putut. “Untuk itu, melibatkan masyarakat sekitar dalam praktek riil-nya di lapangan sangat krusial. Pada dasarnya PKT merupakan program dari masyarakat dan untuk masyarakat. Tujuannya jelas, PKT harus dapat meningkatkan pendapatan, konsumsi dan daya beli masyarakat sekitar program PKT yang pada gilirannya akan menambah perputaran uang di sana hingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat,”sebutnya.

Terkait pemilihan lokasi PKT, Putut menjelaskan, bahwa titik-titik penyelenggaran PKT di Palembang sudah terlebih dahulu memperhitungkan rasio penyerapan tenaga kerja.

“Minimal 300 masyarakat sekitar harus dipastikan terserap. Alhamdulillah, di Sungai Rengas dan Taligawe serta di Kampung Lorong Batu Ampar, jika ditotal, sudah terdapat kurang lebih 1000 warga yang siap mengambil bagian,” tuturnya.

Ditemui di tempat yang sama, Bob Indiarto, Direktur SDM & Umum Pusri Palembang menyampaikan titik-titik yang dipilih untuk gelaran PKT kali ini di Palembang cukup dekat dengan lokasi pabrik pupuk milik salah satu anak usaha PIHC. “Dengan program ini mudah-mudahan kehadiran BUMN di Palembang semakin terasa bagi masyarakat, apalagi lokasi PKT kali ini sangat dekat dengan pabrik pupuk milik PT. Pupuk Sriwidjaja, yang merupakan anak usaha dari PIHC,” ungkap Bob.

Senada dengan itu, Agus Kelana Asisten III Pemkot Palembang, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran BUMN dalam program PKT di Palembang. “BUMN Hadir Untuk Negeri sungguh terasa pada program PKT di Palembang, karena melalui BUMN, program ini betul-betul terselenggara dengan melibatkan peran serta warga untuk manfaat langsung yang akan dirasakan oleh warga sendiri,” tambah Agus.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Wahyu Supriyanto, SVP PKBL PT Pupuk Indonesia Holding Company; Gedri General Manager Dermaga Kertapati PT Bukit Asam; Dewa Agung Rudy, Corporate Secretary PT Bahana PUI; Koramil 0418-05/Lemabang, Kapten Inf. Rustam; serta Lurah 1 Ilir, Yahusin Kasmawi.

Program Padat Karya Tunai merupakan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat RI melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yakni Menteri Dalam Negeri; Menteri Keuangan; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional. Program ini dipastikan pula didukung sepenuhnya oleh Kementerian BUMN bersama dengan seluruh BUMN yang ada.

Kegiatan yang sama juga serentak dilaksanakan di berbagai daerah di pelosok negeri, seperti pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. PKT yang digelar dapat berupa pembangunan jalan lingkungan, rumah layak huni, irigasi lingkungan, MCK, embung, sarana kesehatan desa dan pasar desa.

 

 

Laporan : Wiwin

Editor    : Syarif