Buka Rapimnas SMSI, Kasad Minta Peserta Jalankan Jurnalisme Damai dan Sesuai KEJ 

0
188

Ketua Dewan Pers Imbau SMSI Kembangkan Jurnalisme Pancasila

JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengajak anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) terus menjalankan fungsi kewartawanannya sesuai dengan kode etik jurnalistik yang selama ini berlaku dan dipedomani.

Menurut Kasad, melalui Kode Etik Jurnalistik diharapkannya dapat menghadirkan kabar yang layak didengar masyarakat.

“Juga terus menjalankan jurnalis damai, untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa,” ucap Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini, saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapimnas SMSI Tahun 2022, di aula Markas Besar TNI AD, Jakarta, Kamis, 21 Juli 2022.

Pesan itu disampaikan Jenderal Dudung untuk mewujudkan komitmen bersama serta melaksanakan isi kesepakatan dalam PKS (Perjanjian Kerja Sama) antara TNI AD dengan SMSI.

“Saya berpesan agar organisasi yang menaungi lebih dari 2000 orang anggota perusahaan media digital di seluruh Indonesia ini terus mengembangkan jurnalisme damai, jujur serta jernih dalam menyampaikan berita yang layak diterima di masyarakat,” kata Dudung, dalam rapat yang diikuti ratusan peserta rapat pimpinan nasional SMSI yang datang dari seluruh Indonesia serta tamu undangan lainnya.

Dikatakan dia, melalui kode etik jurnalistik diharapkannya tetap menjadi asas utama anggota SMSI sehingga aktivitas pemberitaan yang dilakukan tidak semata mencari popularitas, namun lebih memilih untuk hanya menyampaikan berita dan informasi yang layak untuk diterima masyarakat.

“Jurnalisme yang baik dalam prakteknya tidak akan bekerja keluar dari aturan, atau menghindari penyalahgunaan informasi yang tujuan utamanya hanya kepada peningkatkan penjualan maupun untuk mencari keuntungan yang lain.

Sehingga pada tahap lainnya, jika kesadaran itu timbul, maka anggota SMSI secara langsung mempunyai tanggungjawab untuk menulis berita yang benar sekaligus menangkal hoax atau kabar bohong,” imbuh Dudung.

Dudung juga berpesan melalui forum Rapimnas ini, agar SMSI terus membangun sinergitas antar perusahaan media, dewan pers, PWI, maupun dengan Komisi Penyiaran Indonesia yang tetap dalam pondasi negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan beratap kebhinekaan.

Terakhir, SMSI diminta mengembalikan esensi jurnalisme dalam kerangka menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga dan merawat sacara sungguh-sungguh nilai-nilai Pancasila.

Dukungan Dudung kepada SMSI sendiri tidak bisa diragukan lagi, karena dirinya telah hadir dan menjadi pembina SMSI. Dan atas dukungan tanpa henti itu pula yang menjadi alasan mengapa SMSI saat Rakernas menyematkan pin emas kepada mantan loper koran saat kecil ini.

Sementara itu, di tempat yang sama Ketua Dewan Pers, Prof Dr Azyumardi Azra meminta para peserta agar selalu mengembangkan jurnalisme berbasis Pancasila (Pancasila Based Journalism).

“Kita perlu mengembangkan jurnalisme berbasis Pancasila (Pancasila Based Journalism). Jurnalisme yang berketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan menciptakan kita semua. Tuhan Maha Benar. Berita-berita yang kita turunkan berita yang berpihak pada kebenaran.

Kita menyampaikan yang benar, kredibel, dan tidak menyebarkan berita bohong,” kata Azyumardi Azra, dalam sambutannya.

Sebelumya, Ketua Umum SMSI Firdaus dalam kata sambutannya mengatakan, SMSI pada mulanya hadir sebagai jawaban atas keprihatinan fungsionaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terhadap perubahan drastis dunia jurnalistik yang tadinya dari media cetak lalu berpindah ke media siber.

Keprihatinan yang dalam perjalanannya menjadi kenyataan yang tak bisa dibantah lagi pada saat ini, di mana aktivitas jurnalistik mayoritas sudah dalam bentuk media digital.

“Maka menjadi wajar jika masa depan media masa ada di media siber,” kata Firdaus. Sebagai antisipasi terhadap perubahan yang akan terus berlangsung di masa depan tersebut, pihakya telah menyusun sejumlah langkah dan strategi serta program. Salah satunnya adalah dengan masuk ke Metaverse serta membuat kripto atau NFT.

Pembukaan Rapimnas ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat antara lain Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Budiman Sudjatmiko dan dua anggota dewan pertimbangan SMSI Bona Ventura Sulistiana dan Drs KH M Ma’shum Hidayatullah, MM, dewan penasehat Ervik Ary Susanto, Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, Danjen Kopassus Mayjen TNI H. Iwan Setiawan, S.E., M.M, serta Ketua Dewan Pers Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M.Phil., M.A., CBE yang berbicara sebagai pembicara kunci rakernas tersebut. (**)

Editor: Donni