BPAN Surati Kejati, Dugaan KKN Dana Desa Dan Fiktif

57
Photo: Dokumen LAI BPAN Sumsel

Sumateranews.co.id, PALEMBANG − Menindaklanjuti laporan Masyarakat tentang dugaan KKN Dana Desa dan Fiktif, tepatnya Desa Simpang Tiga Abadi Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Maka  Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) DPD Provinsi Sumsel mengambil kebijakan dengan mengirimkan surat pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) berdasarkan nomor surat :   R/    /KLA/DPD.SUMSEL/BPAN-AI/IX/19.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LAI BPAN Sumsel Syamsudin Djoesman menuturkan, laporan masyarakat sudah disampaikan pada Kejati Sumsel, kemarin Jum;at (10/2), katanya kepada Sumateranews.co.id.ditemui diruang kerjanya.

“Sebagai Ketua Aliansi Indonesia Wilayah Sumatera Selatan, saya sudah menyampaikan terkait pengaduan masyarakat tentang adanya dugaan KKN Dana Desa dan Fiktif. Dan saya sudah mengambil langkah dengan mengirimkan surat kepada Kejati Sumsel”,tegasnya.

Menurut Syamsudin Djoesman, Lembaga Aliansi Indonesia adalah Badan Penelitian Aset Negara, sebagai lembaga sosial kontrol dan monitoring senantiasa akan terus mencermati, menyikapi, dan mengawal kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta perusahaan swasta sekalipun.

“Apabila ditemukan adanya oknum pejabat yang menyalahgunakan jabatan/wewenang demi untuk kepentingan pribadi,kelompok atau golongan terutama yang berkaitan langsung dengan penggunaan dan pertanggungjawaban Dana Anggaran APBN/APBD/Dana Bansos/Dana Hibah/Dana Bangub/Dana Desa dan aset-aset Negara/BUMN/BUMD.

Lanjut Syamsudin, bagi mereka yang mengambil kebijakan yang sewenang-wenang diluar batas keadilan dan kebenaran, maka Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara, tidak segan-segan mengingatkannya. Bahkan jika dipandang perlu, oknum pejabat tersebut akan dilaporkan ke pihak yang berwajib siapapun dia.

“Kami juga senantiasa bekerja sama dengan semua Institusi Negara Sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku. Kami tidak mencari-cari kesalahan pihak lain apalagi fitnah, melainkan duduk bersama dan mencari solusi bersama demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara”,tegasnya.

Untuk diketahui, adapun pengaduan masyarakat Desa Simpang Tiga Abadi Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir yang diduga  terindikasi pengerjaan proyek tersebut diluar spesifikasi,Fiktif dan diduga ada unsur KKN,yang diduga.dilakukan oleh oknum Kepala Desa, Yaitu :  Pembangunan Tambatan Perahu 2 unit (6×8) M Dusun I dan Dusun III, untuk pembangunan tambatan  Dusun III terkesan asal asalan dan pembangunan tambatan  Dusun I Tidak ada bangunan di duga FIKTIF. Pembanguan Titian Beton Bertiang di Dusun I yang asal asalan dan tidak sesuai dan tampak tidak selesai. Pembangunan Sumur BOR yang tidak berfungsi dengan hanya kedalaman 5 meter. Pembayaran Honor perangkat Desa yang tidak sesuai bahkan ada yang serupiah pun tidak menerima untuk Honor perangkat desa.

 

 

Laporan : SU

Editor     : Syarif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here