Bongkar Peredaran Narkotika Jenis Tembakau Gorila Pertama Kali, Mencengangkan Pelakunya Ada 19 Tahun

0
207

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Peredaran barang narkotika jenis Tembakau gorilla terus menyebar, dan bahkan sudah beredar di kota nanas sebutan lain kota Prabumulih. Hal itu terungkap setelah jajaran Satresnarkoba Prabumulih berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis tembakau sintetis yang tingkat bahayanya lebih tinggi dari ganja.
Bahkan tak hanya berhasil mengamankan ratusan gram narkoba jenis tembakau gorilla, petugas juga berhasil meringkus dua orang pemakai dan seorang bandar. Ketiganya antara lain, Rinaldo Pratama (21), warga Jalan Ade Irma, Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara, kemudian Thomas Shabirin (19), warga Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan.
Dan terakhir Randy Rambang (22) yang dikenal dan diduga pengedar narkoba jenis tembakau gorilla tersebut. Warga Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat ini berhasil diringkus tim Satresnarkoba dikediamannya, pada Selasa (16/01) siang kemarin.
Dari keterangan dilapangan, terbongkarnya kasus peredaran narkoba jenis gorilla atau tembakau sintetis ini setelah petugas Satresnarkoba yang dipimpin Kasat Narkoba, AKP Ali Asri SH mendapat laporan perihal beredarnya narkotika jenis tembakau gorilla tersebut ditengah masyarakat. Bermodalkan info itu, selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan menemukan sejumlah nama dalam peredaran narkoba jenis baru tersebut.
Petugas pun tak membutuhkan waktu lama, usai memastikan beredarnya narkoba tembakau gorilla polisi langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap dua orang pengedar narkoba tembakau yang salah satu pelaku masih berusi 19 tahun. Pertama kali berhasil ditangkap yakni, Rinaldo Pradana (21), saat sedang berada didepan Indomaret simpang Muara Dua Kelurahan Muara Dua, pada Senin (15/01) dan dari hasil pengembangan petugas kemudian menangkap Thomas Shabirin (19) dirumahnya.
Dari nyanyian kedua pelaku inilah, petugas kemudian menangkap seorang bandar tembakau gorilla yang batang dan daunnya warna kecoklatan dan kering yaitu, Randy Rambang (22). Dari tangan ketiga pelaku ini petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti narkoba jenis tembakau gorila sebanyak 77,18 gram serta narkoba jenis ganja kering seberat 316,12 gram.
“Ini adalah tangkapan narkoba jenis tembakau gorila yang pertama kali kita ungkap. Dari keterangan berantai yang diperoleh dari kedua pelaku terus kita kembangkan dan berhasil meringkus bandarnya,” ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE melalui Kasat Narkoba AKP Ali Asri SH kepada awak media, Selasa (16/01).
Lebih lanjut dijelaskan Ali, barang tembakau gorilla itu langsung dipesan pelaku Randy Rambang di Jakarta dan dipaketkan lewat perusahaan jasa pengiriman barang JNE.
“Narkoba ini dipesan pelaku dari seorang bandar di wilayah Jakarta. Narkoba ini dikirim melalui pengiriman barang JNE. Kita masih terus lakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peredaran narkoba jenis tembakau gorila ini,” tandasnya.
Ia mengatakan ketiga tersangka terbukti melanggar pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dan juga Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan golongan narkotika, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara.
“Kami meminta kerjasama masyarakat untuk mewaspadai tembakau gorila. Karena tembakau gorila ini merupakan jenis narkoba baru yang peredarannya mulai merambah wilayah Prabumulih,” pungkasnya.
Laporan : Taufik Hidayat
Editor : Donny

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article