Bolehkan Shalat Ied di Masjid, KMI Kampus Aceh Dukung MPU dan Beri Saran untuk Pemprov

26
Plt. Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali dan Direktur Eksekutif KMI Kampus Aceh, Sulthan Alfaraby usai berdiskusi, beberapa waktu lalu.

Sumateranews.co.id, BANDA ACEH – Gerakan solidaritas mahasiswa di seluruh Aceh yang tergabung dalam Kesatuan Mahasiswa Independen (KMI) Kampus Aceh sepakat dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh terkait dengan pembolehan shalat ied di Masjid, Kamis (21/05/2020).

Direktur Eksekutif KMI Kampus Aceh, Sulthan Alfaraby menyatakan, bahwa pihaknya juga sepakat jika pemerintah menetapkan status daerah atau kawasan penularan pandemi Covid-19 sesuai dengan tingkat dan klasifikasi kedaruratannya, apakah di kawasan tersebut terkendali atau tidak.

“Kami nyatakan sepakat dengan MPU Aceh, untuk memperbolehkan pelaksanaan shalat ied di masjid-masjid seperti biasanya. Apalagi, kita melihat maraknya aktifitas di mall, namun kita mempertanyakan kenapa di masjid tidak diperbolehkan melakukan ibadah? miris kita melihatnya. Tentunya, hal ini harus diimbangi dengan mematuhi protokol kesehatan dalam beribadah. Seperti menjaga jarak dan memakai masker ataupun menyediakan cairan disinfektan di masjid. Dan juga, kita pertimbangkan dengan status darurat Covid-19 di tiap kawasan sesuai dengan tingkatan kedaruratannya. Jika memang zona merah nantinya, maka pelaksanaan kegiatan Hari Raya Idul Fitri mungkin bisa di rumah saja. Kita juga harus lihat kondisi,” ujarnya kepada wartawan.

Selanjutnya, KMI Kampus Aceh juga menanggapi bahwa langkah untuk mengantisipasi pemudik dari luar Aceh dengan menutup perbatasan untuk angkutan penumpang yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh merupakan hal yang tepat. Dikarenakan, hal tersebut demi mengantisipasi lonjakan penularan Covid-19 di berbagai wilayah Aceh.

“Kita setuju jika untuk mengantisipasi lonjakan pemudik dari luar Aceh dengan menutup perbatasan untuk angkutan penumpang yang dilakukan oleh pemerintah merupakan hal yang tepat untuk mengantisipasi lonjakan virus ini ke berbagai wilayah Aceh. Namun satu hal, dalam penutupan perbatasan ini tentunya harus dilakukan secara ketat, jangan sampai Aceh di saat menjelang Hari Raya Idul Fitri kembali meningkat penularan Covid-19 dikarenakan adanya ‘pendatang gelap’ yang luput dari perhatian. Oleh karena itu, kita harapkan kepada pemerintah agar serius dalam menangani hal ini demi memperpanjang status hijau Covid-19 di Tanah Rencong, agar suasana Hari Raya Idul Fitri lebih kondusif”, tutupnya.

Terakhir, KMI Kampus Aceh juga mengapresiasi kepada seluruh tenaga relawan dan tim medis yang menjadi garda terdepan dalam menurunkan angka positif Covid-19 di Aceh. Sehingga ketika menjelang Hari Raya Idul Fitri, di Aceh masih dalam keadaan kondusif.

“Kami apresiasi kepada seluruh tenaga relawan dan tim medis yang berjuang tanpa henti dalam menurunkan angka positif Covid-19 di Aceh hingga hari ini, sehingga Aceh masih dalam zona hijau. Oleh karena itu, kita mengajak kepada semuanya agar tidak muda menyerah dalam perjuangan ini. Mungkin, tupoksi perjuangan kita berbeda-beda, ada yang di rumah sakit dan ada yang di jalanan memberikan bantuan. Namun satu hal, kita harus tetap saling merangkul dan bergandengan untuk melawan pandemi ini. Jangan saling mencaci, marilah saling memaafkan. Apalagi ini menjelang pelaksanaan ibadah Hari Raya Idul Fitri,” harapnya.

Laporan : Sulthan III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here