BNNK Lubuklinggau Bekuk Bandar Narkoba Antar Provinsi

0
402
BNNK Lubuklinggau Bekuk Bandar Narkoba Antar Provinsi
Tersangka IW, saat diintrogasi anggota BNN Kota Lubuklinggau, usai berhasil diamankan, pada Jumat (2/7/2021) siang, sekitar pukul 13.30 WIB kemarin.

LUBUKLINGGAU – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau berhasil membongkar jaringan narkotika antar provinsi, dan meringkus seorang pria berinisial IW, warga Dusun V, Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Dari tangan tersangka IW, anggota BNN Kota Lubuklinggau, yang dipimpin Katim Aida Jon Heri SH juga berhasil mengamankan barang bukti narkotika berupa pil ektasi sebanyak 120 butir yang dibungkus dalam empat plastik klip bening ukuran sedang.

Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Himawan Bagus Riyadi membenarkan penangkapan tersebut. Tersangka terduga Bandar narkoba ini dijelaskan Himawan, berhasil ditangkap setelah salah satu anggotanya melakukan penyamaran sebagai pembeli (Undercover Buy), di Jalan Lintas Sumatera, Desa Rantau Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, pada Jumat (2/7/2021) siang, sekitar pukul 13.30 WIB.

Himawan menambahkan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan pengembangan dan penyedikan sebelumnya. “Pada siang itu, tersangka mengendarai kendaraan roda empat, menghampiri anggota BNN Kota Lubuklinggau, yang berpura-pura ingin membeli narkoba (undercover buy),” ungkap Himawan, Minggu (4/7/2021).

Selanjutnya guna penyidikan lebih lanjut, tersangka IW bersama BB berupa satu amplop putih berisikan empat bungkus plastik klip bening ukuran sedang, berisi 120 butir pil ektasi warna hijau dengan total berat 38,54 gram langsung dibawa ke Kantor BNNK Lubuklinggau.

“Guna kepentingan proses hukum lebih lanjut tersangka, barang bukti Narkotika, berikut satu unit ponsel Nokia, dibawa dan diamankan di Kantor BNNK Lubuklinggau,” kata Himawan lagi.

Dia melanjutkan, giat pemberantasan narkotika tersebut, sebagai upaya proteksi yang dilakukan BNN melalui kegiatan Interdiksi, guna melindungi masyarakat dari ancaman bahaya Narkoba dan sebagai upaya pencegahan beredarnya barang haram tersebut di tengah masyarakat.

“Hal ini penting dilakukan karena apabila barang haram ini berhasil beredar, maka akan sangat sulit mengungkapnya, serta akan menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat,” ujarnya.

“Dengan gagal edarnya barang haram tersebut, maka telah menyelamatkan masyarakat di wilayah hukum Musi Rawas, Lubuklinggau dan musi rawas utara dari bahaya Narkoba,” pungkasnya.(*)

Editor : Donni