BNN: Tembakau Gorilla Sangat Berbahaya

155

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH- Penangkapan bandar narkoba (Tembakau Gorilla) dan pemakainya di kota nanas ini beberapa waktu lalu, langsung cepat ditanggapi oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih. Sebab, lembaga antimadat ini melabel Tembakau Gorilla sebagai narkotika golongan 1 jenis baru.

“Ciri-ciri Tembakau Gorilla ini sangat mirip tembakau yang ada pada rokok, namun teksturnya lebih padat dan lebih hitam warnanya. Penggunaan Tembakau Gorilla juga akan menimbulkan efek samping seperti psikosis, agitasi, agresi, cemas, ide bunuh diri, gejala putus zat, bahkan sindrom ketergantungan.

Kepala BNN Kota Prabumulih, Ibnu Mundzakir SSos mengatakan selain halusinasi, pengguna juga disebut bisa mengalami sensasi seperti ditimpa gorila. Badan yang tertimpa sensasi menahan beban berat itu kemudian akan terasa rileks dan melayang (fly). Namun tak jarang pula pengguna merasakan efek negatif seperti gerak badan yang terbatas hingga tidak bisa bergerak.

Tembakau Gorilla diklaim mengandung zat kimia bernama AB-CHMINACA yang dianggap bisa menimbulkan efek halusinasi seperti ganja. Zat itu dianggap berbahaya karena terdapat juga dalam synthetic cannabinoid (sintesis canaboid, red) yang sering disebut sebagai ganja sintetis.

“Untuk itu kita imbau kepada masyarakat khusus remaja jangan pernah mencoba-coba. Tembakau Gorilla efeknya ini lebih berbahaya dari pada narkoba seperti biasanya. Dan kita saat inipun akan lakukan pemantauan di setiap wilayah lingkungan masyarakat maupun di sekolah-sekolah khususnya di kota Prabumulih ini,” ujar Ibnu Rabu (17/1).

Menurut Ibnu, sasaran peredaran Tembakau Gorilla ini biasanya adalah kalangan pelajar. Sebab, harganya sangat terjangkau. Harga tembakau jenis itu juga lebih murah dibandingkan dengan ganja atau narkoba jenis lainnya.

“Meskipun harganya murah, tapi sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia. Zat tersebut merupakan salah satu jenis synthetic cannabinoid (SC). Efek yang ditimbulkan dari barang tersebut lebih dahsyat dari ganja, lebih mematikan dan memiliki daya candu yang tinggi,” cetusnya.

Lebih lanjut disampaikan Kepala BNN Kota Prabumulih ini, modus para pelaku peredaran Tembakau Gorilla inipun awalnya menawarkan dengan cara dibagi-bagikan secara gratis oleh pemasoknya. “Mereka disuruh mencoba, seperti orang merokok pada umumnya. Setelah satu dua kali mencoba korban akan ketagihan, saat sudah seperti itu pengedar akan meminta uang setiap memberikan narkoba itu kepada korbannya. Modusnya sama seperti yang dilakukan pengedar narkoba jenis sabu atau jenis lainnya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu pihak BNN Kota Prabumulih meminta kepada masyarakat terutama pelajar agar lebih berhati-hati. Ia juga meminta kalangan orang tua untuk mengawasi putra-putrinya agar tidak terjerumus ke barang haram tersebut.

Laporan : Taufik Hidayat
Editor/Posting : Imam Ghazali

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here