BNN – POM Razia Lokasi Karaoke dan Café, 5 LC dan 2 Pengunjung Diamankan

0
1823
Petugas BNN Provinsi Sumsel bersama BNN Prabumulih dan Polisi Militer (PM) Kodam II Sriwijaya serta Subdenpom II/4-1 Prabumulih, Kamis (12/10) malam sekitar pukul 22.00 WIB hingga Jumat (13/10) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, menggelar razia ke sejumlah lokasi hiburan malam, café, dan pusat karaoke yang ada di wilayah Prabumulih. sebanyak lima wanita pemandu lagu (LC) karaoke dan dua pengunjung di lokalisasi Simpang Penimur Patih Galung, berhasil diamankan karena saat dilakukan tes urine positif mengandung zat narkotika. (Foto : Donny)
Petugas BNN Provinsi Sumsel bersama BNN Prabumulih dan Polisi Militer (PM) Kodam II Sriwijaya serta Subdenpom II/4-1 Prabumulih, Kamis (12/10) malam sekitar pukul 22.00 WIB hingga Jumat (13/10) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, menggelar razia ke sejumlah lokasi hiburan malam, café, dan pusat karaoke yang ada di wilayah Prabumulih. sebanyak lima wanita pemandu lagu (LC) karaoke dan dua pengunjung di lokalisasi Simpang Penimur Patih Galung, berhasil diamankan karena saat dilakukan tes urine positif mengandung zat narkotika. (Foto : Donny)

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel bersama Polisi Militer (PM) Kodam II Sriwijaya serta Subdenpom II/4-1 Prabumulih, Kamis (12/10) malam sekitar pukul 22.00 WIB hingga Jumat (13/10) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, menggelar razia ke sejumlah lokasi hiburan malam, café, dan pusat karaoke yang ada di wilayah Prabumulih. Alhasil sebanyak tujuh orang, terdiri dari lima wanita Ladys Escort (LC) dan dua pria pengunjung berhasil diamankan petugas karena saat tes urine positif mengandung zat narkotika.

Informasi dilapangan, petugas gabungan pertama kali mulai menyisiri sejumlah pusat karaoke keluarga yang ada di kawasan Jalan Angkatan 45 Kelurahan Gunung Ibul Barat, dan Jalan Jenderal Sudirman yakni Karaoke Afgan dan Diva. Dari sejumlah lokasi ini petugas berhasil mengamankan sebanyak lima orang wanita pemandu lagu tamu karaoke atau Lady Escort (LC) yakni, SN (28), IC (31), AY (30), RN (27), dan YN (28). Kelimanya saat dilakukan tes urine, dinyatakan positif mengandung zat narkotika.

Tak puas dengan hasil tangkapannya, petugas kemudian kembali menyasar ke sejumlah café yang ada di lokalisasi Simpang Penimur (SP) Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat. Sama dengan razia di lokasi karaoke, petugas gabungan juga memeriksa dan melakukan tes urine satu per satu pengunjung dan penghuni di lokalisasi SP.

Alhasil, dari lokalisasi ini petugas kembali mengamankan tiga pengunjung karena positif narkoba saat dilakukan tes urine. Namun sayang saat hendak dibawa, satu dari tiga pengunjung yang sudah dikantongi identitasnya itu berhasil melarikan diri. Sementara dua pengunjung lainnya yaitu masing-masing berinisial, AL (38) dan RD (40) keduanya warga Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat langsung diamankan berikut seperangkat alat hisap sabu (bong) yang berhasil ditemukan petugas gabungan dari salah satu cafe.

“Ini merupakan giat razia gabungan BNN Provinsi dan kita bersama personel POM dan Subdenpom kota Prabumulih. Dari hasil razia di beberapa lokasi Cafe dan tempat karaoke ini, BNN Provinsi berhasil mengamankan sekitar tujuh orang yang urinenya positif narkoba yang mengandung zat metamfetamina dan amphetamine yang terdapat dalam kandungan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi, dan satu orang yang kabur sudah kita kantongi identitasnya,” ungkap Kepala BNN Kota Prabumulih, Ibnu Munzakir S Sos saat dihubungi via ponsel, Jumat siang.

Menurut Ibnu Munzakir, razia gabungan yang dilakukan di beberapa tempat hiburan di kota nanas ini untuk menekan peredaran narkoba di wilayah kota Prabumulih. Dia harapkan melalui kegiatan itu, dapat menciptakan kondisi aman dan tertib serta mencegah peredaran narkoba khususnya menjelang perayaan malam tahun baru yang tinggal dua bulan lagi.
“Ini wujud pelaksanaan komitmen kita bersama, dalam memberantas peredaran narkoba, dan juga menjalankan program rehabilitasi bagi para pengguna narkoba. Usai dilakukan tes urine, ketujuh orang yang positif narkoba itu, malam itu langsung dibawa ke Kantor BNN Provinsi di Palembang untuk diperiksa lebih lanjut. Mereka akan kita rehabilitasi dan nantinya wajib lapor,” jelas Ibnu.

Sementara dihubungi terpisah, Komandan Subdenpom II/4-1 Prabumulih, Kapten CPM Syahrial membenarkan pihaknya dipinta turut andil dalam giat rutin untuk menekan peredaran narkoba di wilayahnya. Syahrial menyebutkan, pihaknya akan terus bekerjasama dengan pihak BNN Sumsel.

“Ini kegiatan bersama BNN dan akan digelar rutin, saat pelaksanaan razia saya lagi di Palembang. Namun tetap saya perintahkan personel kita untuk ikut dalam giat tersebut. Sudah beberapa kali giat seperti ini kita lakukan bersama, razia ini sifatnya dadakan,” jelas Kapten CPM Syahrial, ketika berhasil dihubungi, Jumat sore.

Laporan : Donny
Posting : Andre