BNN dan Satnarkoba Polres Prabumulih kembali Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Ganja Kering

0
499

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Sebanyak 1 kilogram ganja kering siap edar, yang hendak diselundupkan dan diedarkan ke wilayah Prabumulih berhasil digagalkan oleh tim buru sergap (buser) dari Satuan Narkoba Polres Prabumulih bersama petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Prabumulih, pada Kamis sore (14/09) kemarin. Selain mengamankan barang bukti ganja kering yang masih terbungkus bal tersebut, petugas gabungan juga berhasil menangkap dua pelakunya, yakni Panji Yaya (35) dan Toton Haryanto (28) keduanya warga Desa Modong Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim.
Kedua pelaku yang merupakan residivis kasus narkoba ini, berhasil dibekuk saat hendak melintas berboncengan melewati Jalan Murai Batu 2 Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur dan berencana hendak mengantarkan barang pesanan ganja 1 kg tersebut ke salah seorang pemesannya di wilayah Kelurahan Sukajadi, Prabumulih Timur.
Kasat Narkoba Polres Prabumulih, AKP M Ali Asri SH dan Kasi Pemberantasan, Bripka Gamal Alrasyid ketika dikormasi membenarkan, pihaknya kembali mengamankan pelaku pengedar narkoba tersebut. “Tadi malam (Kamis, red), kita berhasil mengamankan dua pelaku peredaran narkotika jenis ganja seberat satu kilogram,” ujar AKP M Ali Asri SH, Jumat (15/9).
Menurut Kasat, penangkapan keduanya merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan dua pelaku sebelumnya yaitu Endang Saputra dan Rio Pratama yang diamankan petugas BNN bersama pihaknya karena kedapatan membawa 11 paket sabu seharga Rp100 ribu per paketnya dan 21 paket hemat (pahe) daun ganja kering seharga Rp15 ribu per paketnya.
Selain mengamankan kedua pelaku bersama barang bukti ganja kering tersebut, petugas juga turut menyita barang bukti lain yakni, 1 unit sepeda motor serta dua unit telepon genggam milik keduanya.
“Barang bukti ganja 1 kg ini kita temukan dalam sebuah tas ransel warna hitam. Sebelumnya keduanya sudah kita intai setelah pihak kita mendapat informasi dari warga bahwa akan ada transaksi bisnis ganja masuk Prabumulih,” tuturnya.
Belum puas dengan hasil tangkapannya, selanjutnya petugas gabungan langsung melakukan pengembangan dengan membawa keduanya ke desa tempat tinggal keduanya. Namun upaya petugas ini masih belum membuahkan hasil. Saat dilakukan pengeledahan dikediaman keduanya, petugas tak mendapati barang bukti lain.
“Kita masih terus mengembangkan pengungkapan pengiriman paket ganja itu untuk mengungkap jaringan mereka. Kedua pelaku ini masih kita periksa intensif untuk mendalami peran masing-masing,” tegasnya.
Akibat ulah kedua pelaku, keduanya terancam dijerat Pasal 111 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
Sementara itu, dua pelaku Panji Yaya (35) dan Toton Haryanto (28) mengaku keduanya hanya sebagai orang suruhan seseorang kenalan mereka yang diakuinya keduanya tinggal di Palembang. “Memang kadang dio galak ke dusun sini tapi itu jugo idak tentu pak, kami cuma disuruhnyo bae, kalu pesanan sampe kami dapat upah Rp500 ribu per balnyo,” ungkap salah satu pelaku, ketika dibincangi wartawan.
Laporan : Abdullah Donni
Posting : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article