BLH Terus Kawal Dugaan Limbah PT. Waskita

0
346
Kepala BLH OKI melalui Sekretarisnya, M. Denin, SH M.Hum, didampingi Kabid Tata Lingkungan Hidup, Husin saat memberikan keterangan kepada media, Jumat (20/10). (foto: ali)

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Terkait adanya dugaan limbah semen dari hasil pengolahan bahan material PT. Waskita, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. OKI provinsi Sumatera Selatan berjanji akan terus mengawal adanya dugaan pencemaran limbah semen PT.Waskita dalam pengerjaan proyek jalan Tol Pematang-Kayuagung yang berlokasi di Jalan Sepucuk.

Dimana PT.Waskita precast dan Readymix adalah pihak pengelola bahan material proyek pembangunan jalan tol Pematang-Kayuagung yang berlokasi di Kelurahan Kedaton tepatnya di jalan Sepucuk-Kayuagung antara Perumahan Sepucuk Permai dengan lokasi pengolahan bahan material milik PT. Waskita Preceast dan PT.Waskita Readimyx Kelurahan Kedaton Kecamatan Kota Kayuagung OKI Sumsel.

Pembuangan limbah semen yang mengaliri drainase perumahan tersebut diduga telah mencemari lingkungan karena dari hasil pantauan langsung awak media di lapangan, limbah semen tersebut sudah mengeras.

Adanya dugaan pencemaran limbah semen PT. Waskita yang beberapa hari terakhir terus mencuat pemberitaannya di media menjadikan Pemkab OKI melalui BLH angkat bicara.

Kepada awak media Jumat (20/10), Kepala BLH melalui Sekretarisnya, M. Denin, SH M.Hum, didampingi Kabid Tata Lingkungan Hidup, Husin dan beberapa pegawai lainnya di ruang kerjanya mengatakan, setelah mendapat laporan dan adanya pemberitaan yang dimuat, pihaknya langsung melakukan rapat internal guna menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Lanjutnya, BLH akan melakukan tahapan demi tahapan. Di antaranya melengkapi dokumen laporan baik berupa data pelapor, data otentik pendukung dugaan pencemaran, berikut memanggil pihak PT.Waskita guna diminta klarifikasinya, dan cek lokasi sehingga akhirnya ditemukan titik terang. Selain itu, akan mengambil sample dan mengujinya ke laboratorium agar bisa diketahui hasil dari limbah tersebut.

“Jika di kemudian hari ditemukan ternyata dugaan adanya pencemaran limbah tersebut memang dinyatakan benar dan berdampak buruk bagi lingkungan maka perusahaan PT.Waskita wajib dicabut amdalnya. Tetapi, jika asas manfaatnya lebih besar daripada dampaknya maka akan dipertimbangkan lagi karena proyek tersebut merupakan program pemerintah yang harus didukung,’’ ujarnya, diplomatis.

Untuk itu, Denin berharap kepada insan pers dan media untuk ikut mengawal proses jalannya tindaklanjut dugaan yang disampaikan.

Sementara itu Feri (40) warga Kayuagung sangat berharap kiranya pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memikirkan nasib warga di sekitar proyek pengolahan bahan material untuk pembangunan Jalan Tol Pematang-Panggang Kayuagung tersebut.

“Memang kita tidak begitu tahu dampak daripada limbah tersebut, namun yang jelas di dekat pembuangan limbah tersebut ada sumur yang kalau musim kemarau digunakan untuk kebutuhan sehari-hari terutama untuk air minum dan itu satu-satunya sumur yang tidak kering meskipun kemarau. Selain itu jarak antara pengolahan bahan material dengan perumahan sekitar 25 meter, ya kalau tidak ada dampaknya silakan saja proyek tersebut berjalan namun bila berdampak kiranya pengolahan material tersebut diharapkan dapat dipindahkan ke tempat yang selayaknya.

Laporan            : Aliaman

Editor/Posting    :  Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article