BKSDA dan Polisi Cari 4 Beruang Ganas Penyerang Warga

0
175

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Masih berkeliarannya 4 ekor beruang yang menyerang warga, maka hingga kini Tim BKSDA dan Polisi terus melakukan pencarian.
Saat ini warga masih resah terhadap aksi serangan beruang di wilayah perbatasan antara Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kota Prabumulih dan Belida Darat Kabupaten Muara Enim. Karena itu, Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lahat sejak beberapa hari ini diterjunkan.

Tim BKSDA yang berjumlah empat orang itu didatangkan ke lokasi dibantu personel Polsek RKT untuk melakukan pengecekan hewan ganas tersebut di areal perkebunan karet milik warga di kawasan Pal IX Desa Karangan Kecamatan RKT yang menjadi lokasi TKP kejadian diterkamnya seorang petani karet, Inaluwi (41) warga Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur yang terjadi April lalu.

Tak hanya di lokasi itu, tim bersama polisi itupun juga melakukan pencarian terhadap beruang yang pernah menyerang salah seorang warga lainnya bernama Suraimah (53) warga KM 8 Desa Talang Balai Kecamatan Belida Darat yang terjadi pada Juli lalu di lokasi PAL XII Desa Talang Balai Kecamatan Belida Darat Muara Enim.

Alhasil dari dua lokasi di wilayah itu diketahui masih banyak terdapat areal hutan dan perkebunan milik warga serta milik perusahaan yang merupakan habitat hewan buas termasuk 4 beruang buas yang dimaksud.

Menurut keterangan warga sekitar, jika di lokasi perkebunan karet itu terdapat empat ekor beruang dengan ukuran masing-masing, tiga ekor beruang dewasa dan satu ekor beruang kecil. “Yang kami tahu di dalam hutan kebun itu masih ada sekitar empat ekor beruang Pak, tiga ukuran dewasa dan satu beruang kecil,” kata Inaluwi, korban terkaman beruang yang kondisinya kini mulai membaik serta sudah beraktivitas kembali.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SH SIk MH melalui Kapolsek RKT, Iptu Vedria Sukri mengatakan, tim BKSDA Lahat tersebut akan melakukan upaya penangkapan terhadap hewan buas itu dengan cara memasang perangkap di dua lokasi tersebut.

“Betul, jadi tim BKSDA sengaja didatangkan untuk menindaklanjuti keresahan warga terhadap serangan beruang yang pernah terjadi di RKT ini. Mereka berupaya melakukan penangkapan terhadap beruang tersebut, dengan memasang perangkap atau jerat maupun senjata bius guna dipindahkan ke tempat yang aman atau jauh dari pemukiman dan perkebunan warga,” tegasnya, Kamia (9/8).

Menurutnya, hingga saat ini keresahan masyarakat masih terjadi dengan keberadaan beruang di lokasi itu yang tak menutup kemungkinan akan terjadi penyerangan beruang kembali. Sehingga pihaknya sementara ini hanya bisa mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari di kebun sekitar mereka.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin sampai saat ini bersama tim BKSDA tersebut. Kami mengimbau masyarakat dalam melakukan aktivitas di kebun maupun hutan sekitar itu. Setidaknya jangan sendirian di tempat sepi,” imbaunya.

Selain itu, lanjut Vedria, pihak BKSDA juga kembali mengimbau kepada masyarakat agar sesegera mungkin untuk dapat melaporkan, apabila melihat atau mengetahui kembali keberadaan beruang tersebut.

“Tim kemarin juga mengimbau ke warga untuk segera laporkan baik ke kita ataupun langsung ke mereka (tim BKSDA, red) bila mengetahui beruang itu muncul kembali. Sebab, kita pun masih khawatir karena beruang ini masih berkeliaran bebas dan tidak menuntup kemungkinan kembali akan timbul korban atas penyerangan beruang ini,” tukasnya.

Laporan          : AD
Editor/Posting : Imam Ghazali