Biadab, Kakek 68 Tahun Regut Kehormatan Cucunya Sendiri

0
114

Sumateranews.co.id, MUSIRAWAS- Biadab! Bukannya mendidik dan memberikan contoh yang baik untuk cucunya, kakek Usman (68) warga Desa Raksa Budi, Kecamatan BTS Ulu, malah tega meregut kehormatan cucunya sendiri bernama Badriah (12) yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kasus pencabulan ini mencuat di Desa Raksa Budi Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musirawas dan terungkap setelah orang tua korban, Poniran (40) melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek BTS Ulu, dengan No Dasar Laporan LP/B-06/II/2018/SUMSEL/RES.MURA/SEK.BTS ULu pada tanggal 9 Februari 2018.

Kapolres Musirawas AKBP Bayu Dewantoro, SIK melalui Kapolsek BTS Ulu, Iptu Denhar mengatakan, berdasarkan laporan kedua orang tuanya yaitu Poniran (40) ke Mapolsek BTS Ulu ke anggota piket SPKT Polsek Bts Ulu sekitar pukul 10.00 WIB, maka anggota pun langsung bergerak. “Setelah anggota menerima laporan, saya langsung perintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan kebenaran laporan tersebut dan menyelidiki keberadaan pelaku,” ujar Kapolsek.

Dikatakan, setelah mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di rumahnya di Desa Raksa Budi Sp6, lalu Kapolsek bersama personel langsung meluncur ke rumah pelaku dan melakukan penangkapan terhadap pelaku pada hari Jumat (9/2/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat hendak ditangkap di rumahnya Sp6 Desa Raksa Budi Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musirawas pelaku tidak melakukan perlawanan, kemudian pelaku langsung digelandang ke Mapolsek BTS Ulu Cecar untuk dilakukan penyelidikan.

Saat diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya bahwa dia telah melakukan pemerkosaan terhadap cucunya itu sampai dua kali. Yang pertama terjadi pada bulan Mei 2017 sekitar pukul 12.00 WIB. “Saat itu korban sedang mengambil bambu di kebun karet warga, lalu korban hendak buang air kecil tiba-tiba pelaku datang langsung memegang bahu korban dan mengatakan “Uken cecetmu” (minta kemaluanmu) serta sontak pelaku langsung melakukan perbuatannya,” terang Kapolsek.

Dikatakan, perkosaan kedua kalinya terjadi pada bulan Oktober 2017 lalu. Saat itu korban hendak mengambil rumput untuk pakan ternak di kebun pelaku, tiba tiba pelaku kembali memegang bahu, lalu memperkosa korban.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma, takut serta mengalami sakit di alat kelaminnya,” pungkas Kapolsek.

Laporan : Donna April
Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article