Bersama Pengasuh Pesantren, Sandiaga Bahas Ekonomi Umat

32
Sandiaga Uno. Foto: Istimewa

Sumateranews.co.id, JAKARTA ─ Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan para pengasuh pondok pesantren di Samarinda, Kalimantan Timur pada Sabtu (5/1). Cawapres nomor urut 2 disambut hangat oleh Ustaz Nasikin yang menjabat Ketua Badan Koordinasi Pondok Pesantren Samarinda.

Sandi menyampaikan, yang dibicarakan dengan para pengasuh pondok pesantren tentang pemberdayaan ekonomi umat, untuk menciptakan santripreneur di era industri 4.0. Para pengasuh pondok pesantren meminta Sandi untuk meningkatkan ekonomi umat.

“Tadi saat bicara dengan para pengasuh pondok pesantren, saya diamanatkan agar kita perkuat komitmen untuk menjadikan santri sebagai lokomotif pembangunan kita ke depan, terutama pembangunan ekonomi,” kata Sandi melalui siaran pers, Sabtu (5/1).

Menurutnya, para santri sangat luar biasa karena memiliki pengetahuan agama yang sangat baik. Kalau para santri diberikan pengetahuan tentang perniagaan dan kewirausahaan, maka dampaknya akan sangat luar biasa terhadap kemajuan. Bukan hanya berdampak pada kemajuan ekonomi, tapi juga kemajuan pembangunan bangsa secara keseluruhan.

Para mengasuh pondok pesantren yang menyambut Sandi di antaranya, Ustaz Syamsul dari Pesantren Al-Falah, Ustaz Bachtiar dari Pesantren Ihya Ulumudin, Ustaz Hasanudin Arif dari Pesantren Ar-Rahma, Ustaz Taufik dari Pesantren Istiqomah dan Ustaz H Fuad dari Pesantren Darul Fatah. Sandi disambut di rumah kediaman tokoh masyarakat Samarinda, Said Amin.

Sandi berjanji, jika terpilih jadi presiden dan wakil presiden bersama Prabowo Subianto, akan meminta koalisi di DPR RI segera mewujudkan RUU Pesantren. Dengan demikian, ia bisa menjadikan pesantren sebagai salah satu kawah candradimuka untuk menciptakan entrepreneur baru dan santri yang menciptakan lapangan kerja baru.

Janji Sandi tersebut menuai tanggapan dari Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding. Menurut TKN, cawapres Sandi hanya seorang follower. Sandi tidak memiliki kebijakan yang bisa dibanggakan kepada rakyat Indonesia.

Menurut Kadir, Sandi hanya mengikuti kebijakan-kebijakan yang diciptakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya adalah kebijakan pemerintahan Jokowi dalam meningkatkan peran pesantren lewat RUU Pesantren yang tengah digodok bersama DPR RI.

“Apa yang dilakukan Sandi itu menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakannya itu follower saja, dia tidak punya kebijakan aslinya, aslinya seluruh kebijakan pak Jokowi itu, itulah yang diikuti oleh Sandi,” tukas Kadir.

 

Sumber : Republika

Editor    : Syarif

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here