Berkas Pembunuhan Anggota Satpol PP Naik Tahap Penyidikan

0
160

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Kasus dugaan penganiayaan dan pembunuhan terhadap Catur Nugroho, seorang anggota Satpol PP Pemkot Prabumulih yang dibunuh dua tersangkanya bernama Nopriadi (20) bersama ayah kandungnya, Marsidi (43) warga RT 02 RW 01 Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kini tingkat penyidikannya naik ke tahap 2.

Petugas penyidik dari Unit Reskrim Polsek RKT, Jumat siang (23/2) pukul 09.30 WIB telah menyerahkan kedua orang tersangkanya itu berikut sejumlah barang bukti berupa satu bilah pisau dapur dengan panjang sekitar 20 sentimeter bergagang kayu warna coklat dengan ujung mata pisau runcing, sehelai baju kaos lengan pendek berlumur darah yang terdapat banyak bekas lubang milik korban Catur kepada Jaksa Penuntut Umum JPU) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih.

“Anggota penyidik kita sudah menyerahkan dua tersangka dan berkasnya ke tahap dua kepada penyidik di kejaksaan berikut juga barang buktinya,” ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kapolsek RKT, Iptu Vedria Sukri didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Darmawan.

Menurut Kapolsek, perbuatan yang dilakukan dua tersangka dalam peristiwa yang terjadi Jumat (24/11) di tahun 2017 yang lalu, penganiayaan terhadap korban Catur Nugraha yang akhirnya meninggal dunia dengan sejumlah luka tikaman di sekujur tubuhnya itu adalah tindak pidana pembunuhan berencana.

“Jadi dua tersangka yang diserahkan dalam tahap dua ke pihak kejaksaan itu, kita sangkakan dalam perkara pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman menggunakan pasal berlapis,” katanya.

Dalam berkas perkara kedua tersangka tersebut, terang Vedria, disangkakan Pasal 340 KUHPidana Jo Pasal 55 KUHPidana atau Pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 55 KUHPidana atau Pasal 170 ayat 3 KUHPidana Jo Pasal 55 KUHPidana.

“Untuk pasal yang kita kenakan dalam berkas perkaranya yaitu Primair Pasal 340 Subsaider Pasal 338 dan lebih subsidair Pasal 170 KUHPidana,” sambung Kapolsek seraya menuturkan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Selain itu, Kepala Kejari Prabumulih, M Husein Atmadja SH MH melalui Kasi Pidana Umum (Pidum), M Falaki SH yang dikonfirmasi kemarin, juga mengakui telah menerima berkas tahap 2 kasus pembunuhan dengan dua tersangka Nopriadi dan Marsidi tersebut.

“Jaksa penuntut umum telah menerima tahap dua kasus pembunuhan korban Catur Nugraha yang diserahkan penyidik polisi dari Polsek RKT itu. Setelah kita teliti pemeriksaan dan berkas perkaranya yang keseluruhannya sudah lengkap,” imbuhnya.

Selanjutnya, sambung Falaki, dalam proses hukum perkara tersebut direncanakan akan segera dilimpahkan ke pihak Pengadilan Negeri (PN) Prabumulih agar supaya dapat segera disidangkan. “Kedua tersangkanya sudah kita tahan, dan bila tidak ada halangan maka akan segera kami limpahkan ke pengadilan hingga bisa segera disidangkan,” tandasnya.

Laporan : AD
Editor/Posting : Imam Ghazali