Berita Wartawan Bodrex Buat Media On Line Berang

0
875

 

 Sumateranews.co.id, INDRALAYA- Terkait pemberitaan di sebuah media online, tentang adanya wartawan Bodrex di Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang bertindak seperti garong, membuat para awak media di Bumi Caram Seguguk itu berang. Pasalnya didalam pemberitaan tersebut disebutkan, reputasi para wartawan tercoreng karena sang wartawan Bodrex sering meminta uang dari narasumber.

Ketua PWI OI Gusti M Ali kemarin kepada media ini mengecam keras pemberitaan yang menyudutkan profesional wartawan di OI tersebut. Menurutnya jika memang hal ini benar, harusnya dalam pemberitaan dibuat inisial atau salah satu oknum. Sehingga hal itu tidak mendeskreditkan profesi jurnalistik yang diemban para awak media lainnya.

“Saya dan teman-teman media keberatan dengan pemberitaan ini, masak profesi wartawan bak garong. Ya terhinalah, itukan oknum sebut nama siapa yang suka minta duit. Saya juga sudah mengoordinasikan hal ini dengan Ketua PWI Sumsel, dan disarankan untuk membawa hal ini keranah hukum. Kami akan melaporkan hal ini ke pihak yang berwenang, kami akan sambangi Polres OI. Tujuannya biar kami tidak disepelekan lagi, saya sangat geram,” tegas Gusti.

Wiwin Arianto yang merupakan Wakil Ketua PWI OI juga berpendapat serupa, menurutnya apa yang dikatakan narasumber Kepala Dinas Capil Akhmad Lutfi tidak beralasan, sebab jika memang ada wartawan yang meminta uang secara terang-terangan ataupun memaksa, seharusnya hal ini bisa dipidanakan dengan dugaan pemerasan.

“Saya menyayangkan steatment yang dilontarkan yang bersangkutan, kami wartawan yang telah bertugas puluhan tahun di Ogan Ilir merasa dirugikan dengan steatment ini. Kok bisa kepala dinas ngomongnya sembarangan, saya aja tidak pernah diberinya uang saat meliput,” timpalnya.

Sementara, Ketua Bidang Antar Lembaga PWI OI, Fredi Kurniawan mempertanyakan steatment salah satu anggota DPRD OI Yusran Rifai yang menyebutkan sebagian besar wartawan di OI lebih mengutamakan materi ketimbang profesionalisme dalam bekerja.

“Saya menyesalkan steatment dewan terhormat ini, dia bilang saat rapat komisi banyak wartawan yang meminta uang dengan isyarat ataupun terang-terangan ketika rapat selesai. Dewan kok omongannya kayak sampah. Saya tidak senang dengan omongan preman pasar ini, saya akan lapokan hal ini kebadan etik DPRD OI. Miris sekali seperti ini, sedih saya,” tandasnya,  Minggu 30/7.

Laporan  : H. Sanditya Lubis

Editor      : Imam Ghazali

Posting   : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article