BEM FH UNIMAL : Problem kemiskinan tak selesai-selesai di Lhokseumawe

44

Sumateranews.co.id, LHOKSEUMAWE – Amirudin, seorang miskin berusia 60 tahun asal meun geudong lorong, kecamatan banda sakti, kota lhokseumawe ini menghuni rumah tidak layak huni sudah sejak 10 tahun lalu, keseharinya Amiruddin mencari rezeki dengan menjadi buruh bangunan.

Hal itu terungkap, saat Badan Eksekutif mahasiwa Fakultas Hukum Unimal mendatangi kediamannya tepat di belakang hotel diana, terlihat dinding dan atap bolong-bolong, rumah tersebut berlantai tanah yang ditimbun sendiri yang sering terkena banjir saat hujan deras. Sementara, di halaman depan rumahnya terlihat ada tumpukan sampah rumah tangga yang di buang tepat di depannya.

“Saya tingal di sini sudah 10 tahun,rumah ini saya tempati bersama anak laki-laki saya bernama ridwan (32),”kata amiruddin kepada mahasiwa, Senin (18/11).

Sambungnya, anaknya mendapat ganguan mental sejak meninggalnya istri Amirudin atau ibu dari ridwan,sejak itu pula amiruddin mengurus sendiri anaknya.

“Anak saya menderita ganguang mental setelah ibu nya meninggal dunia,sejak itu pula saya mengurusi dia sendiri dan berusaha mengobati dengan membeli obat-obatan semampu saya,”ungkapnya.

”Kami sangat miris dengan kondisi rumah pak Amiruddin, selama ini rumahnya belum pernah mendapatkan bantuan baik dari pemdes mon gedoeng dan juga Pemkot Lhokseumawe,mereka hanya tinggal berdua dengan anak nya yang terbaring di tempat tidur beralaskan papan,saat kami kunjungi pak Amiruddin sedang terbaring sakit dan dia berusaha berkomunikasi dengan Kami,” tutur Wakil departemen internal BEM FH unimal Alga mahate Ara

Alga juga mengungkapkan kekecewaanya terhadap pemdes mon gedoeng dan pemkot lhokseumawe iya juga menambahkan “ini rumah tidak layak huni kesekian kalinya yang BEM FH kunjungi di lhokseumawe, tak ada habis-habisnya problem kemiskinan di lhokseumawe, aksi-aksi mahsiswa selama ini pun tak mampu membuka mata pemerintah kota lhokseumawe,”tutupnya.

Ia atas nama fahsiwa Fakultas Hukum,mendesak pemerintah kota (pemko) lhokseumawe untuk membuka mata dan lebih peduli terhadap nasib rakyat yang miskin.

“Jjangankan membenahi kota menjadi lebih baik,membantu masyarakat yang kesusahan saja sangat jarang,” sindirnya.

“Kami BEM FH UNIMAL akan mengadvokasikan terhadap kasus-kasus ketimpangan ekonomi seperti ini

“Kami akan menggalang bantuan untuk pak Amiruddin dan juga kami berharap pemdes dan pemkot membantu pak Amiruddin terkait permasalahannya tersebut,mereka harus bertanggung jawab terhadap rakyat mereka,” Tutup alga Mahate Ara.

Laporan : Alga

Editor.    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here