Belum 2 Tahun Dibangun Jembatan Serigeni, Roboh di Hantam Derasnya Arus Sungai dan Timbunan Enceng Gondok

0
150
Belum 2 Tahun Dibangun Jembatan Serigeni, Roboh di Hantam Derasnya Arus Sungai dan Timbunan Enceng Gondok
  1. KAYUAGUNG Belum dua tahun Jembatan penghubung Desa Serigeni Kecamatan Kayuagung Ogan Komering Ilir (OKI) yang dibangun melalui dana APBD tahun 2019  dengan dana miliaran rupiah tersebut kini telah putus alias roboh.

Putusnya jembatan penghubung tersebut diduga akibat derasnya air di Sungai Komering karena curah hujan yang  tinggi beberapa hari terakhir ditambah timbunan enceng gondok dan rumput liar yang  di duga jadi penyebab putusnya jembatan dengan kontruksi besi tersebut, Kamis (25/3/21).

Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kab OKI Ir H M. Hafiz MM saat dilokasi kejadian mengatakan Jembatan besi sepanjang 110 meter tersebut merupakan jembatan penghubung bagi masyarakat antar kampung di Desa Serigeni dan bukan merupakan akses jalan lalu lintas utama. Jalur yang terputus sekitar 35 meter, jelasnya.

Lanjutnya, menindaklanjuti hal tersebut,  sejak Kamis (25/3/2021) pagi, jajaran Dinas PU dibantu warga sekitar sigap mengevakuasi jembatan agar tidak membahayakan penduduk sekitar.

“Kita menduga putusnya jembatan tersebut  akibat derasnya debit air, ditambah beban timbunan rumput dan enceng gondok hingga besi penahan jembatan tidak kuat menahan beban. Untuk itu  kita segera akan melakukan perbaikan melalui dana pemeliharaan,” ungkapnya.

“Enceng gondok dan rumput liar yang mengalir ke Sungai Komering ini sangat mengganggu dan merugikan apa lagi saat debit air sungai naik akibat curah hujan tinggi. Kita sedang mengupayakan antisipasinya dengan membangun kontruksi penahan di Kelurahan Jua-Jua tahun ini juga,” terangnya.

Sementara itu salah satu anggota DPRD OKI dari Fraksi PAN yang juga anggota Komisi III DPRD OKI Topan Rekayasa Putra, saat diwawancarai wartawan terkait putusnya jembatan penghubung di Desa Serigeni tersebut mengatakan.

“Kita sangat prihatin dengan kejadian ini, tentunya akses bagi masyarakat setempat untuk menyeberang sungai kini terputus, untuk itu kita telah berkoodinasi dengan Dinas PU dan Penataan Ruang OKI selaku mitra komisi III DPRD OKI agar segera memperbaiki jembatan yang terputus melalui dana pemeliharaan,”katanya.

“Guna mengantisipasi agar jembatan tersebut tidak roboh semuanya atau hal serupa tidak terjadi lagi, kita juga telah meminta kepada Dinas PU dan Penataan Ruang agar segera membersihkan enceng gondok maupun rumput liar yang menyangkut atau tertahan di kaki jembatan tersebut,” sebutnya.

Lanjutnya, begitu juga enceng gondok maupun rumput liar  yang ada atau tertahan di kaki jembatan Kayuagung agar segera dibersihkan agar tidak mengakibatkan hal yang serupa.

“Mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang serupa, ditahun ini memang telah dianggarkan dana APBD OKI milyaran rupiah untuk membangun konstruksi bangunan penahan enceng gondok maupun rumput liar di Sungai Komering Kayuagung tepatnya diantara Kelurahan Jua-jua dan Kedaton,” jelasnya.

Masih menurut Topan Rekayasa Putra, mudah-mudahan hal tersebut menjadi solusi pemasalahan enceng gondok maupun rumput liar yang kerapkali menjadi permasalahan dan sering menyangkut atau tertahan di kaki jembatan Kayuagung dan juga Jembatan besi di Serigeni dan sekitarnya.

Laporan : Aliaman III Editor : Syarif