Begini Kronologis Penyerangan Terhadap 2 Anggota Satlantas Polres Banyuasin, Dipicu Masalah Tilang

0
413

BANYUASIN – Kepolisian Resor (Polres) Banyuasin mengamankan seorang pria, yakni M Nur (39), warga jalan Purbolinggo, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Pelaku diringkus karena melakukan pengancaman dan nyaris melukai 2 anggota Satlantas Polres Banyuasin, pada Kamis (25/11/2021). 

Kapolres Banyuasin, AKBP Imam Tarmudi SIK MH mengatakan, kejadian tersebut bermula, saat petugas Lalulintas melakukan kegiatan rutin dilapangan sekitar pukul 07.30 WIB.

“Seperti biasa petugas melakukan kegiatan rutin pagi, karena ada pengendara yang melakukan pelanggaran maka petugas kami menilang pengendara tersebut, pengendara motor tersebut pulang melaporkan kejadian ini kepada orang tuanya. Mendapatkan laporan dari anaknya orang tua korban M Nur mengajak dua orang temannya langsung datang menemui petugas yang menilang anaknya. Begitu datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) M Nur langsung turun dari mobil, dan menyerang secara membabi buta petugas yang sedang melakukan tugas dilapangan dengan dua bilah senjata tajam jenis Arit di tangan kiri dan parang panjang di tangan kanan. Melihat nyawanya terancam kedua petugas langsung lari tunggang langgang sampai ada yang tersungkur untuk menyelamatkan diri,” jelas Imam Tarmudi, yang saat menggelar konferensi pers didampingi Kasat Reskrim, AKP Muhammad Ikang Ade Putra SIK MH, Kasatlantas Polres Banyuasin, AKP Ricky Mozambik SH MH, dan KBO Reskrim Ipda Sopian SH.

Lanjut Imam, petugas yang hampir menjadi korban, yaitu Bripka Angga dan Bripka Khusno. Keduanya pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Betung. Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat lari ke Kabupaten Muba, namun berkat kesigapan Tim Reskrim Polsek Betung di Back Up Tim PUMA Polres Banyuasin, pelaku akhirnya dapat diamankan dan dibawa ke Mapolres Banyuasin.

“Setiap ada kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat dan ada kegiatan yang bisa diterima dengan logika, seharusnya dapat diselesaikan dengan baik-baik.

Saya harap masyarakat tolong jaga diri dengan baik dan jaga juga emosi. Kami akan tindak tegas kalau ada anggota kami terancam ataupun terluka,” tegasnya.

Dari kejadian tersebut, sambung Imam, tersangka diamankan dengan barang bukti berupa 1 buah mobil Taft dengan No Pol BG 1572 FA, I unit motor Yamaha Vega Warna Putih BG 2937 JU dan dua buah senjata tajam Jenis arit dan parang panjang.

“Pasal yang dikenakan terhadap tersangka yaitu Pasal 335 dan Pasal 212 KUHP Jo Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang sajam. Tersangka melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan dan tindak pidana melawan petugas, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” tegasnya. (SMSI Banyuasin)

Editor : Donni