Begal Motor Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

0
123
ilustrasi net

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Hepri Suswito (25) warga Desa Penandingan Kampung 2 Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin yang diduga sebagai begal motor yang menjadi terdakwa dalam perkara pencurian satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih milik warga beberapa waktu lalu didakwa jaksa dengan ancaman hukuman pidana selama 9 tahun penjara.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Prabumulih, Rabu (3/1) pukul 10.30 WIB Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizki Nuzly Ainun SH mendakwa Hepri Suswito dengan dakwaan tunggalnya dalam Pasal 365 ayat 1 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Husein Said SH didampingi hakim anggota Chandra Ramadhani SH MH dan Tri Lestari SH MH, jaksa menerangkan perbuatan terdakwa itu dilakukannya di tahun 2017 kemarin tepatnya Minggu (5/11) sekitar pukul 12.15 WIB di Jalan Raya Muara Sungai Desa Muara sungai Kecamatan Cambai.

“Bahwa perbuatan terdakwa itu terjadi bermula ketika di tengah jalan lokasi tersebut, terdakwa menghentikan motor saksi korban sambil mengancam dengan sebilah parang yang berada di tangannya. Hingga, korban ketakutan, dan menyerahkan sepeda motor yang saat itu ditungganginya ke terdakwa,” ujar Rizki saat membacakan berkas dakwaannya tersebut di muka persidangan.

JPU lebih lanjut menguraikan isi dakwaannya itu, setelah kejadian yang dilakukan terdakwa itu korban kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian. Sehingga keesokan harinya tepat Senin dini hari (6/11) sekitar pukul 02.00 WIB petugas polisi berhasil melakukan penangkapan terhadap terdakwa ketika terdakwa berada di rumahnya di lokasi tersebut.

“Dimana selanjutnya, petugas kepolisian berhasil melakukan penangkapan terhadap terdakwa di rumahnya dan berhasil mengamankan barang buktinya berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih yang kemudian langsung di bawa petugas ke Polres guna pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Disampaikan jaksa, bahwa atas perbuatan terdakwa, saksi korban Mesta (15) warga Desa Alai Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim, mengalami kerugian berkisar sebesar Rp 15 juta rupiah. “Perbuatan terdakwa telah diatur dan diancam dalam Pasal 365 ayat 1 KUHPidana tentang pencurian dan pemberatan,” tandasnya seraya meminta kesempatan waktu satu minggu kepada majelis hakim dalam pembuktian perkara tersebut untuk menghadirkan saksi-saksi dalam sidang lanjutannya.

Usai mendengarkan dakwaan yang dibacakan JPU tersebut, terdakwa pun menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi (keberatan). Yang kemudian, majelis hakim pun kembali menunda sidang yang kembali direncanakan akan digelar Rabu (10/1) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Laporan          : AD

Editor/Posting : Imam Ghazali