Beberapa Daerah di Kabupaten OKI Masih Terdampak Karhutla

23

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Dari hasil pemantauan Satelit Lapan, jumlah hot spot yang ada di wilayah Kabupaten OKI memang masih terlihat banyak. Dampak hujan yang turun dari hasil semaian tim TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) memang memberikan dampak yang besar terhadap Hot spot yang ada di wilayah OKI. Akan tetapi apabila hujan tidak turun berkepanjangan dan secara terus menerus, maka hot spot yang berupa bara api di dalam permukaan gambut yang belum benar benar terbasahi habis oleh air ataupun hujan, maka dapat menimbulkan asap kembali, bahkan apabila terkena sinar matahari yang terik dan hembusan angin yang kencang akan menimbulkan asap serta api yang muncul ke atas permukaaan tanah.

Beberapa daerah di wilayah OKI masih terdapat titik api yang timbul seperti di Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalam Lampam berupa lahan kosong seluas +/- 3 Ha, di Areal PT. Tempirai di Desa Cinta Jaya, Pancawarna Kec. Pedamaran Kab. OKI berbatasan dengan Desa Jungkal Kec. Pampangan berupa lahan sekitar -/+ 5 Ha, lahan areal PT. Gading Cempaka Kec. Kayuagung Kab. OKI sekitar -/+ 4 Ha, lahan di Desa Pulu Beruang, Petaling, Sakaian Kec. Tulung Selapan Ilir Kab. OKI Yg Merupakan Lahan Plasma Sawit dan Gelam Milik Masyarakat dan Berbatasan Dgn PT. RAS, PT. Yudha dan PT. DGS dengan luas sekitar – / + 4 Ha.

Di daerah tersebut masih memerlukan penanganan yang serius dan dibawah kendali Dansubsatgas OKI, Letkol.Inf. Riyandi. Setiap harinya Satgas darat karhutla gabungan,yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, RPK setempat dan masyarakat sekitar bahu membahu berusaha mematikan sumber api dan asap yang timbul dari dampak karhutla ini, Disamping itu Satgas udara juga tidak kalah sibuknya hilir mudik dengan helicopter Water Bombingnya yang selalu mangambil air dan menyiramkannya ke lokasi yang ada api dan asap.

Dari hasil pengamatan langsung dilapangan dan keterangan dari Dansubsatgas darat wilayah OKI, Letkol. Inf. Riyandi, bahwa ada beberapa daerah yang rawan karhutla masih memerlukan penanganan berupa pembasahan lahan/titik api yang sampai berhari hari. Hal itu dampak dari rambatan api yang menjalar dibawah permukaan gambut, serta kurangnya sumber air yang ada di lokasi kebakaran tersebut.

“Disamping itu juga kita masih memerlukan alat perlengkapan yang lebih banyak lagi,” ujarnya.

Laporan : Are/Penrem 044/Gapo

Editor.   : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here