Baznas Kabupaten OKI Bantu Kaum Duafa

57

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Meski belum setahun dibentuk, Badan Amal Zakat, Infaq, dan Sedekah Nasional (Baznaz) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah berhasil mengumpulkan dana zakat, infaq, dan sedekah senilai Rp 300 juta.

Uang ini digunakan manyantuni para kaum duafa, anak yatim dan fakir miskin, serta melakukan khitanan masal gratis bagi 50 anak dari keluarga prasejahtera di Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kepala Bagian (Kabag) Kesra Kabupaten OKI H Reswandi mengungkapkan, dana zakat dan infaq yang dikelola Baznaz OKI adalah hasil dari zakat, infaq, dan sedekah yang disalurkan dari gaji para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI.

“Dengan adanya program ini diharapkan dapat menjadi wujud cerminan, sehingga para ASN mau menyalurkan zakat dari gaji mereka berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Untuk menyalurkan zakat, infaq dan sedekah tersebut, Baznaz OKI memiliki beberapa program. Antara lain, OKI peduli berupa bantuan bencana alam, bedah rumah tidak layak huni, OKI makmur berupa santunan kepada kaum duafa, anak yatim, OKI cerdas berupa bantuan pendidikan bagi anak yatim dan keluarga tidak mampu, OKI sehat yang merupakan bantuan berobat gratis dan khitanan masal, OKI takwa berupa bantuan masjid dan peribadatan.

“Karena ke depan, dana zakat ini akan disalurkan dalam beberapa program seperti OKI peduli, OKI makmur, OKI cerdas, OKI sehat, dan OKI takwa. Ini semua sejalan dengan program Pemkab OKI untuk menjadikan OKI yang Mandira berlandaskan iman dan taqwa,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas OKI Drs H A.M. Nazir Bayid pada Sabtu (6/10/2018) mengungkapkan, penerimaan zakat di OKI belum maksimal, baru sebatas zakat profesi khususnya ASN.

“Kita baru berdiri setahun, jadi belum ada target. Kita berupaya mengumpulkan zakat, infaq yang lain makanya terus disosialisasikan,” terangnya.

Demikian halnya dengan Wakil Ketua IV Baznas Sumsel, Teguh Sobri mengatakan, OKI memiliki potensi zakat yang cukup tinggi seperti zakat profesi, perkebunan dan perikanan. Namun, menurut dia, kesadaran masyarakat masih cukup minim dalam berzakat, serta kepercayaan masyarakat kepada lembaga penghimpun zakat juga cukup rendah.

Untuk itu, di Sumsel pihaknya mengaku terus menggiatkan sosialiasi mengenai zakat yang mesti dibayar masyarakat. “Masyarakat belum tahu besaran zakat yang dibayarkan,” katanya.

Bupati OKI melalui Asisten I Setda OKI H Antonius Leonardo menjelaskan, Pemkab OKI sangat mengapresiasi kegiatan khitanan masal yang digelar. Menurutnya, meski baru berjalan lebih kurang satu tahun, kegiatan yang digelar tersebut merupakan gebrakan yang baik.

“Ini amal jariah, apalagi peserta diambil dari kalangan keluarga yang kurang mampu. Oleh karena itu kami mengimbau kepada ASN yang masih ragu menyalurkan zakat untuk jangan ragu lagi,” ujarnya.

Laporan          : Aliaman
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here