Bau Busuk Menyengat Disertai Asap Hitam di Aliran Sungai Percut Seituan, Diduga 2 Pabrik Buang Limbah

0
52
Bau Busuk Menyengat Disertai Asap Hitam di Aliran Sungai Percut Seituan, Diduga 2 Pabrik Buang Limbah

DELI SERDANG Pasalnya Terkait Limbah cair pabrik yang berbau busuk menyengat serta asap yang membuat warga tidak nyaman lagi menghirup oksigen di Desa Bandar Khalifah Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sabtu (06/02/2021).

Awalnya Tim Gabungan  Awak Media  ingin meliput pencarian orang hanyut di Sungai Tembung tepatnya Rabu (20/01/2021) di Gg Murai Dusun III Desa Bandar Khalifah, melihat warna sungai yang berbeda warna, Tim yang penasaran langsung turun dari benteng sungai dan melihat air limbah yang mengalir cukup deras dan tercium bau busuk yang menyengat.

Saat tim mencoba mengabadikan foto dan video limbah tersebut, tiba-tiba seorang ibu yang kesehariannya pencari daun pisang mengatakan, “Itu limbahnya masih kecil dek, biasanya lebih besar lagi, karena itu ada dua jalur gorong-gorong dari dua pabrik itu. (di duga dari pabrik PT Fuda Sari Laut dan Pabrik Kertas). Klo kluarnya uda besar bau nya serasa mau mati,” ungkapnya.

Saksi pencari daun itu juga menambahkan. “Asap hitam yg tebal juga dikeluarkan dari mesin Boiler pabrik kertas sangat mencemari udara. Jika pada ketepatan saya mencari daun rasanya sesak menghirup udara sekitaran sini, tolong lah dek kelen bilangi ya,”ucapnya polos.

Terkait adanya limbah dan asap yang memcemari sungai dan udara di Desa Bandar Khalipah. Tim mendapat tanggapan negatif terkait hal itu. Salah satunya warga yang sering mancing di aliran sungai tersebut mengeluhkan sulitnya mendapat ikan mancing di sungai ini, akibat adanya pabrik yang membuang limbah di sungai ini, katanya.

Pemancing ini menyampaikan “Padahal kemarin ada warga tionghoa yang membuang Ratusan ikan mas ke sungai. Tapi hari ini ikan mas tersebut sudah tidak bisa dipancing. Pemancing ini juga mengatakan “Mungkin ikan masnya uda mati akibat dampak limbah pabrik ini,” terangnya pada Tim.

Saksi lain Seorang RT di Desa Bandar Khalipah yang kemarin turut menyelam di sungai untuk mencari anak yang hanyut. Juga menyatakan akibat limbah pabrik yang di buang ke sungai, badannya terasa gatal gatal dan airnya juga berbeda ketika menyelam dekat pembuangan limbah itu, airnya berbau busuk, jelasnya sembari menggaruk-garuk tubuh dan kakinya.

Tim yang penasaran darimana limbah tersebut berasal, lalu memanjat pohon kurang lebih setinggi 4 meter, dari ketinggian pohon tersebut terlihat kolam kolam yang berisikan air yang sama dengan limbah yang mengalir ke sungai tersebut dari pabrik kertas.

Kepala Desa Bandar Khalipah Suparyo SH yang dikonfirmasi Senin (01/02/2021) terkait limbah dan asap menyatakan terkait limbah yang bau tersebut ia merasa itu dari pabrik udang dan asap tersebut dari pabrik kertas dari cerobang mesin boiler.

“Datang saja izin untuk lakukan investigasi. Soalnya saya sendiri tidak bisa melarang atau tidak mau terikat dengan PT atau Pabrik tersebut. Saya tidak mau terikat dan karena jika nanti ada apa-apa dengan mereka nanti saya jadi terbawa bawa sama masalah mereka,”ujarnya.

Tim yang mencoba menemui pemilik pabrik sekaligus penangung jawab terkait limbah dan pabrik enggan untuk menemui tim. Dan tim izin kepada security pabrik untuk lakukan investigasi melihat gorong-gorong limbah kedua pabrik tersebut tidak diperbolehkan masuk. “Ini tanggung jawab kami bang, abang gak bisa masuk ke dalam, nanti kalau abang masuk ke dalam, kami bisa di PHK,” kata security dan pekerja kedua pabrik tersebut.

Tim investigasi yang tergabung dari beberapa rekan awak media juga geram dikarenakan sungai dan udara yang tercemar tersebut adalah desanya. Banyak rekan dan sanak keluarganya yang tinggal di sepanjang jalur sungai tersebut. Dan asap hitam tebal yang mencemari udara di desa itu dihirup oleh rekan dan sanak keluarganya.

Untuk itu tim awak media langsung melakukan pengaduan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang. Kamis (04/02/2021).

Binsar Panjaitan Staf dari Lingkungan Hidup Deli Serdang yang menerima laporan dari Tim awak media mengatakan dalam minggu ini akan mengirimkan staf ahli untuk meninjau langsung ke lokasi pabrik.

Apabila dari dinas LHK akan bergerak meninjau lokasi pabrik tim rekan awak media akan dihubungi kembali untuk melakukan peninjauan bersama.

Laporan : Didi & Tim Gabungan Media III Editor : Syarif

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article