Batas OKU Selatan-Lampung Barat Tunggu Pihak Berwenang

498

Sumateranews.co.id, OKU SELATAN- Upaya kedua pemerintah daerah Pemerintah kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) dengan pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) terkait konflik perbatasan wilayah, sepakat menunggu penetapan pihak berwenang badan informasi geospasial.

Hal itu dikatakan Bupati OKU Selatan Popo Ali Murtopo, B Commerce bahwa Kesepahaman itu setelah sebelumnya bertukar pikiran antarkeduanya. “Nanti tapal batas akan jelas, prosesnya setelah ada pihak tim berwenang menetapkan,’’ tegas Popo yang dibenarkan juga oleh Hipni Camat Kecamatan Batu Ketulis Kabupaten Lambar pada acara sosialisasi tapal batas wilayah yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten OKU Selatan bertempat di Desa Sinar Baru Kecamatan Buay Pemaca, Kamis (27/9).

Popo menegaskan wilayah tapal batas patok Dusun III Desa Sinar Baru Kecamatan Buay Pemaca yang berbatasan dengan Pekon (desa) Luas Kecamatan Batu Ketulis Kabupaten Lampung Barat (Lambar) merupakan wilayah kerja administrasi OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan.

Hal ini sebut Popo berpedoman dari kata Kepala BKSDA Provinsi Sumsel bahwa batas wilayah kawasan hutan konservasi suaka marga satwa Gunung Raya adalah masuk dalam wilayah kerja administrasi Sumatera Selatan.

Lebih lanjut Popo mengungkapkan data pendukung lain bahwa jauh hari sebelumnya pemerintah daerah Kabupaten OKU Selatan telah mengantongi SK Kemendagri Republik Indonesia jika tapal batas Desa Sinar Baru Kecamatan Buay Pemaca merupakan bagian dari wilayah kerja administratif OKU Selatan. “Jadi itu merupakan data pendukung riel yang tidak mudah diubah-ubah,’’ cetus Popo.

Reaksi masyarakat dipicu lantaran sejauh ini pihak pemerintah Lambar dianggap bereksperimen melakukan ekspansi di wilayah tersebut. Sehingga berimbas pada warga yang bermukim merasa kenyamanannya terganggu dengan kejelasan status administrasi kependudukannya KTP Lambar sedangkan anehnya warga bermukim di wilayah administratif OKU Selatan jadi mengambang.

Kondisi itu menjadikan warga risau yang implikasinya mereka tidak seutuhnya terpenuhinya mendapat hak dan kebutuhan dasarnya.

Menanggapi tersebut Popo menyerukan masyarakat Sinar Baru khususnya tetap tenang kita tunggu prosesnya. Karena semuanya harus mengikuti tahapan dan aturan jangan sampai salah langkah. Pemerintah akan lakukan solusi yang terbaik untuk masyarakat karena semua untuk kesejahteraan masyarakat.

‘’Saya yakin Bupati Lambar untuk hal ini beliau satu pemikiran dengan saya,” tandasnya.
Sementara Hipni Camat Kecamatan Batu Ketulis mengatakan jika kapasitas dirinya sebagai pemerintah Lambar mengakui jika upaya untuk mencapai kesepahaman telah disambut baik oleh Bupati OKU Selatan.

“Kita sama berpikir untuk kebaikan warga, itu utama. Terkait penetapan tapal batas kedua wilayah kabupaten diinformasikan tim pusat akan turun di Lambar tanggal 16 Oktober. Saat itu kita hanya bertugas mendampingi tim dan menyuplai data yang ada. Insya Allah kita mendapati penyelesaian yang terbaik diterima semua elemen dan penetapan oleh tim harus diterima dan segera dilaksanakan,’’ pungkasnya.

Pelaksanaa sosialisasi dihadiri oleh BKSDA Provinsi Sumatera Selatan, Kadin Dukcapil Lia Tirtayana, Kadin Pendidikan Zulfakar Dani staf ahli Jupri, Kadin PPMPD Haikal, Kabag perlengkapan Irawan, Camat Tarmizi, Kades Mbah Suro, tokoh masyarakat dan agama serta masyarakat Desa Sinar Baru.

Sementara dari Lambar hadir Camat Batu Ketulis Hipni dan staf, UPTD Kehutanan Provinsi Lampung Abdul Jalal SiP.

Laporan          : Asmidan
Editor/Posting : Imam Ghazali

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here