Baru Dibuka untuk Umum, Wisata Alam Sungai Gelombang Kampar Ramai Dikunjungi Masyarakat

1722
Wisata Alam Sungai Gelombang yang merupakan cabang sungai Kampar yang berada di Desa Sipungguk Kecamatan Salo, Kampar, sejak beberapa bulan terakhir, ramai dikunjungi masyarakat.

Sumateranews.co.id, KAMPAR – Kabupaten Kampar selain dikenal dengan julukan Serambi Mekah di Provinsi Riau, juga banyak menyimpan panorama pariwisata alam yang eksotik dan mempesona para wisatawan. Salah satunya, yang saat ini sedang viral di media sosial yakni, Sungai Gelombang yang merupakan cabang sungai Kampar yang berada di Desa Sipungguk Kecamatan Salo, Kampar.

Saat tim Diskominfo Kampar berkunjung pada Kamis sore (02/07) kemarin, kawasan yang Asri, alami, dan jernih, yang baru dibuka untuk umum sejak 2 bulan terakhir, kini sudah ramai dikunjungi masyarakat.

Salah seorang pemuda Sipungguk yang juga penjaga keamanan sekaligus mengatur perparkiran Eri mengatakan bahwa setiap hari lokasi wisata sungai gelombang ini dikunjungi hampir 700 orang dan jika hari libur melebihi dari itu.

“Sungai gelombang ini merupakan berkah dari Allah SWT, menjadi salah satu pembangkit ekonomi masyarakat, dimana saat ini bisa menampung sebanyak 150 pedagang” ungkapnya.

“Belum lagi adanya penyewaan pelampung, tikar maupun perparkiran, semoga ini dapat memberikan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat setempat,” imbuh Eri.

Selain itu, ke depannya tambah Eri, pihaknya bersama pemuda setempat akan melakukan berbagai persiapan sehingga masyarakat akan merasa nyaman dan betah saat berkunjung ke Sungai gelombang seperti penyedian Kamar Ganti, Toilet, space photo maupun membentuk tim penyelamat.

“Maklum mungkin ada diantara pengunjung yang tidak bisa berenang,” katanya lagi.

Sementara untuk karcis ia menyampaikan, tidak dipungut karcis masuk namun telah inklud kedalam parkir dimana untuk sepeda motor sebesar Rp5.000 dan roda empat sebesar Rp20 Ribu, yang dialokasikan untuk kebersihan, maupun untuk melengkapi sarana dan prasarana lainnya.

Terpisah, Leni salah satu pedagang yang berjualan kopi dan makanan ringan, saat ditanya menyebutkan untuk lapak merupakan milik masyarakat setempat, yang disewakan berkisar dari Rp100.000 sampai Rp300.000 / Bulan.

Laporan : Arifin III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here