Baru Dibangun 2017 Lalu, Bangunan Los Pasar Desa Tapus Ambruk

0
378
ROBOH : Sebuah bangunan los Pasar di Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim baru baru ini ambruk. Beruntung ambruknya bangunan atap dan tiang pondasi pasar yang baru selesai dibangun pada tahun 2017 kemarin tidak memakan korban jiwa. Hingga berita ini diturunkan, kondisi robohnya bangunan los pasar yang dibangun menggunakan anggaran dana desa (ADD) tahun 2017 tersebut masih belum diperbaiki.

Sumateranews.co.id, MUARAENIM – Sebuah bangunan los Pasar di Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim baru baru ini ambruk. Beruntung ambruknya bangunan atap dan tiang pondasi pasar yang baru selesai dibangun pada tahun 2017 kemarin tidak memakan korban jiwa. Hingga berita ini diturunkan, kondisi robohnya bangunan los pasar yang dibangun menggunakan anggaran dana desa (ADD) tahun 2017 tersebut masih belum diperbaiki.

Menurut sumber yang minta namanya tidak ditulis menyebutkan, bangunan los pasar yang memiliki ukuran luas panjang 16 meter, lebar 9 meter dan tinggi 6 meter itu diketahui roboh, pada Minggu (03/09/2018) malam, sekitar pukul 19.00 Wib kemarin.

“Bangunan los pasar itu belum genap setahun dibangun. Sepintas memang terlihat mewah, dibangun pakai dana ADD 2017 kemarin. Kami juga tidak tahu, ada apa ini cuma oleh ujan dan angin bangunannya bisa roboh,” sebut sumber ini mulai memertanyakan kualitas bangunan tersebut.

Bahkan tak hanya dirinya, masyarakat desa lainnya juga disebutkannya mempertanyakan hal yang sama, jika bangunan los pasar yang telah menghabiskan dana ADD sebesar sekitar Rp 108 juta itu diduga tidak sesuai RAB dan dikerjakan asal jadi.

Tak hanya itu, robohnya bangunan los pasar tersebut juga membuat para pedagang dan masyarakat dihantui rasa rasa was dan khawatir. Diantaranya, seperti yang diungkapkan oleh Lasmiati (40) dan Hanafi (45). Kedua pedagang ini mengaku mulai merasa khawatir dan takut berjualan di sekitar bangunan los pasar tersebut.

“Kuatir dan jadi was- was jualan di los pasar ini, beruntung kejadian ambruknya bangunan los pasar itu malam hari Pak. Bayangkan jika siang hari pasti ada yang jadi korban,” ucapnya dengan nada khawatir, ketika dibincangi, Selasa (04/09/2018).

Terpisah, Kepala Desa Tapus, Sapri ketika berhasil ditemui awak media terkait robohnya bangunan los pasar tersebut mengatakan, jika robohnya bangunan itu dikarenakan faktor alam. Dirinya juga mengakui kualitas tukang yang saat mengerjakan banyak tidak mematuhi aturan, serta tidak mengindahkan perintahnya sebagai Kades.

Namun ia membantah, jika bahan bangunan atau material yang digunakan untuk pembangunan los pasar tersebut tidak sesuai RAB dan asal jadi. Masih dikatakan Kades, pihaknya akan bertanggung jawab dan segera akan memperbaiki bangunan tersebut secepatnya.

“Kita akan segera perbaiki, untuk tenaga atau tukangnya juga kita pakai yang baru,” imbuh Sapri, sembari menambahkan pihaknya telah melakukan pengawasan dan koordinasi terkait pembangunan los pasar tersebut.

“Kita akan siapkan dana kas desa dan bahkan uang pribadi saya untuk perbaikan robohnya bangunan los pasar kalangan tersebut,” tandas Kades ini, sembari meminta kepada wartawan agar jangan dulu memberitakan robohnya bangunan los pasar 12 lokal tersebut.

Laporan : AD/JN

Editor/Posting : Donny