Baru 48 Dari 408 Unit Bedah Rumah Yang Selesai

0
240

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU- Dari 408 unit rumah tidak layak huni di Kota Lubuklinggau yang dilakukan bedah rumah, sampai saat ini hanya selesai sekitar 48 unit rumah saja. Sedangkan yang lainnya baru proses di lapangan antara 40 sampai 60 persen untuk sarana dan ditargetkan selesai pada bulan Desember.

“Kalau untuk realisasi keuangan, pencairan di triwulannya sudah mencapai 75 persen. Tapi kalau pelaksanaan untuk rumah baru selesai sekitar 48 unit rumah. Untuk yang lain-lainnya baru proses, ada yang 60, 40 sarana yang di lapangannya,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Emra Endi Kusuma Melalui Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Lubuklinggau, Ernaldi, Jumat (10/11).

Menurutnya, dari 408 unit rumah tidak layak huni tersebut yang masuk program bedah rumah tersebut tersebar di delapan Kecamatan.

“Untuk 408 unit runah itu tersebar di delapan Kecamatan. Tapi ada kelurahan yang dapat ada yang tidak dapat. Sekarang tinggal pekerjaan saja, pencairan sudah kita lakukan untuk triwulan terakhir di tahap kedua. Sudah itu mereka mengerjakan sendiri, bulan Desember harus selesai,” katanya.

Program bedah rumah di 2017 menggunakan dana bantuan DAK dari Pusat. Masing-masing mereka yang mendapatkan bedah rumah mendapatkan bantuan sekitar Rp 15 juta untuk rehab berat. Bantuan untuk rehab rumah tersebut dibantu berupa material, bukan berupa uang cash.

“Jadi uang itu dicairkan melalui rekening mereka (penerima bedah rumah), tapi kami selaku dinas langsung bayar ke toko bangunan. Jadi masyarakat sendiri yang menentukan dengan anggaran sebesar itu, apa yang mau didahulkukan, lalu dikerjakan,” jelasnya.

Sedangkan, untuk syarat yang berhak menerima program bedah rumah tersebut, merupakan warga yang berpenghasilan rendah. “Jadi mereka itu syaratnya harus mempunyai tanah (sertifikat tanah) sendiri, penghasilannya rendah dan buat usulan,” tutur Ernaldi.

Setelah itu, rumah yang diusulkan untuk dimasukkan ke dalam program bedah rumah nantinya akan disurvei dari pihak Dinas Perkim dan itu diverifikasi ulang  di Kementerian.

“Jadi sudah kita bawa ke pusat databasenya nanti pusat yang menentukannya. Berapa unit rumah yang benar-benar memenuhi syarat untuk dilakukan bedah rumah di Lubuklinggau,” bebernya.

Sementara itu, Ernaldi menambahkan untuk di tahun 2018, berdasarkan estimasi pihaknya untuk unit rumah tidak layak huni di Lubuklinggau yang dimasukkan kedalam program bedah rumah jumlahnya dua kali lipat yakni sekitar 801 rumah.

“Tapi dari 801 itu belum kita verivikasi ulang lagi, karena mereka (Kementrian) mau ngecek tidak serta merta percaya begitu saja,” pungkasnya.

Laporan            : Donna Apriliansyah

Editor/Posting   : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article