Banyuasin Siap Cegah Karhutla dan Bukan Penyumbang Asap

57
Bupati Banyuasin H Askolani dengan tegas menyatakan bahwa Kabupaten Banyuasin sangat siap dalam mencegah Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla).

Sumateranews.co.id, BANYUASIN – Bupati Banyuasin H Askolani dengan tegas menyatakan bahwa Kabupaten Banyuasin sangat siap dalam mencegah Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla). Dan dirinya optimis bisa menekan seminimal mungkin agar tidak terjadi Karhutla dalam jumlah besar sehingga Banyuasin tidak menjadi daerah penyumbang asap pada tahun 2020 ini.

Berbagai langka untuk pencegahan terus dilakukan mulai dari sosialiasi edukasi untuk masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, membentuk kampung tangkal api, membentuk masyarakat peduli lingkungan hingga membangun embung-embung penampungan air di wilayah rawan kebakaran hutan.

Peralatan dan personil juga sudah disiagakan jika terjadi kebakaran, kapanpun dan dimanapun lokasinya siap diterjunkan.

“Banyuasin siap cegah Karhutla, Api sekecilpun harus dipadamkan, dan saya optimis bisa ditekan se minim mungkin,” tegas Bupati Askolani, saat menghadiri kegiatan Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel Tahun 2020 Kebun Raya Sriwijaya, Desa Bakung Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (30/6/2020).

Dijelaskan Askolani, Kabupaten Banyuasin memiliki 21 kecamatan, 288 desa dan 17 Kelurahan. 11 kecamatan termasuk daerah yang rawan terjadi kebakaran karena banyak terdapat hutan, semak belukar hingga lahan gambut.

11 Kecamatan tersebut Rambutan, Banyuasin I, Talang Kelapa, Tanjung Lago, Air Kumbang, Muara Padang, Muara Sugihan, Air Saleh, Makartijaya, Pulau Rimau dan Tungkal Ilir.

“Ke 11 kecamatan ini terus dilakukan pemantauan, termasuk kecamatan lainnya. Kita sudah membangun 11 embung penampung air di 11 kecamatan, kampung siaga api dan relawan tanggap api, semuanya sudah siap,” tandas Bupati yang memegang predikat terbaik P3DA ke X Lemhanas RI tahun 2019 ini.

Camatpun, lanjut Askolani terus melakukan koordinasi dengan kades dan lurah dalam upaya pencegahan Karhutlah di wilayah masing-masing.

“Camat sudah saya perintahkan untuk tidak meninggalkan lokasi, mereka harus siaga 24 jam,” tegasnya alumni Megister Hukum Unsri ini.

Dalam kesempatan ini, Bupati Askolani mengingatkan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah Karhutlah. “Sekecil apapun api harus kita padamkan sebelum meluas, dan pelaku pembakaran hutan dan lahan harus di tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Kapolres Banyuasin, AKBP Danny Sianipar dengan tegas mengatakan siap bersama Pemkab Banyuasin dalam memcegah Karhutlah. “Personil kita dilapangan Bhabinkamtibmas dan polsek jajaran terus mengedukasi masyarakat untuk tidak membakar Hutan dan lahan,” imbuhnya.

“Dan tentu tindakan tegas tanpa pandang bulu akan kita lakukan jika masih ada yang membuka lahan maupun hutan. Perusahaan dan masyarakat yang melanggar akan kita tindak tegas,” katanya.

Sementara, Dandim 0430 Letkol Alpian Amran menyatakan, bahwa anggota TNI siap bahu membahu dalam mencegah Karhutlah di Banyuasin. “Babinsa kita terus dilapangan memantau dan mengedukasi masyarakat. Ini tugas kita bersama maka TNI ambil bagian untuk membantu pemerintah dalam mencegah Karhutlah,” ungkapnya.

Dalam apel kesiapsiagaan itu, pihaknya melibatkan 1000 personil dari TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Kesehatan, perusahaan dan masyarakat peduli api. Termasuk peralatan seperti helikopter, sepeda motor, mobil pemadam kebaran hingga peralatan sederhana pemadam kebakaran.

Dalam apel juga dilakukan simulasi pemadaman api, oleh personil gabungan.

Gubernur Sumsel Herman Deru yang menjadi Inspektur Apel mengatakan, tahun 2019 Karhutlah di Provinsi Sumsel dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu transporasi udara. Dan pada tahun 2020 ini akan meningkatkan pencegahan pengendalian karhutlah. Dan dirinya tidak mau dengar adanya kurang maksimal dalam penanganan karhutlah.

Sesuai instruksi Presiden, terang Gubernur HD, bahwa Gubernur, Bupati, Wali kota sampai kades, menegaskan bahwa ini tugas bersama.

“Memadamkan api itu tugas, infrastruktur kita ada minimal cari ember padamkan. Kalau api sudah besar apalagi sudah menjalar lahan gambut lebih sulit lagi. Hal ini yang perlu kita sadarkan kepada masyarakat mulai dari tingkat kabupaten sampai desa, peran kades sangat penting,” terangnya.

Bupati dalam mengendalikan kebakaran hutan harus terus mengawasi dan terus dilakukan evaluasi. Dampak negatif jika Karhutlah tidak hanya lokal Indonesia tapi masyarakat global. Perubahan iklim, emisi gas rumah kaca dan dampak lainnya.

Singkronisasi satgas provinsi dan kabupaten sangat penting. Jangan sampai asapnya mengarah Kota Palembang karena dampaknya terdapat bandara SMB II.

Satgas Provinsi, terang HD, dibantu Bupati yang langsung jadi Dansatgas, membagi habis tugas dengan melibatkan stakholder. Sanksi tegas bagi pelaku membuka lahan dan pasca panen dengan cara dibakar. Optimaliasi alat pertanian untuk membantu pemadaman, memerkuat Sarpras pemadaman, Regu pemadaman dengan mengaktifkan posko dan masyarakat peduli api.

“Dana desa bisa digunakan untuk pengendalian Karhutla untuk mencegah, membeli alat dan lainnya. Dan untuk membantu pencegahan dan penanganan Karhutla di 10 Kabupaten rawan Karhutla hari ini saya serahkan bantuan khusus sebesar Rp45 Miliar,” tandasnya.

Laporan : Herwanto III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here