Banjir, 4 Kecamatan Wilayah Prabu Tergenang

0
165

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Prabumulih selama 3 hari terakhir, mengakibatkan 4 wilayah kecamatan mulai terendam banjir. Terpantau, 8 kelurahan yang berada di empat 4 kecamatan yang terkena dampak banjir yakni Kecamatan Prabumulih Barat, Prabumulih Timur, Prabumulih Selatan, dan Cambai.

Hingga pukul 14.00 WIB, Kamis (15/3) tadi, air belum menunjukkan tanda akan menyurut. Hujan selama 4 jam yang terjadi pada Kamis pagi  menyebabkan air Sungai Lematang dan aliran Sungai Kelekar tidak bisa menampung debit air yang kian bertambah, akibatnya luapan air melimpah hingga menggenangi kawasan padat penduduk di sepanjang aliran sungai tersebut.

Dari pantauan wartawan di lapangan, khusunya di wilayah Sukaraja,  ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Kondisi ini diduga karena tanggul di sepanjang aliran Sungai Kelekar mengalami pendangkalan sehingga membuat air meluap dan membanjiri pemukiman warga.

“Kami tak pernah mengalami banjir besar seperti ini, mungkin kondisi ini akibat pendangkalan aliran Sungai Kelekar, dan juga tanggul aliran air yang kian menyempit. Bagi yang rumahnya tinggi mungkin tak terlalu jadi masalah, namun kami yang rumah rendah harus merugi, ya perabotan rumah tangga kami banyak yang rusak,” ujar Nopri warga sekitar yang terkena dampak langsung dari banjir.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Kota Prabumulih, Yacub BN mengatakan, sekitar 8 kelurahan yang berada di 4 Kecamatan kota Prabumulih tergenang banjir. Berdasarkan dari hasil survey dan laporan yang diterima pihaknya, terdata sekitar 2.727 KK dengan total rincian 10.346  jiwa.

“Di Kecamatan Prabumulih Barat, yakni Kelurahan Prabumulih dan Payuputat. Untuk Kecamatan Prabumulih Selatan yaitu Kelurahan Sukaraja dan Majasari, sedangkan Kecamatan Prabumulih Timur mencakup Kelurahan Karang Raja dan Gunung Ibul sementara wilayah Kecamatan Cambai hanya Kelurahan Sungai Medang saja. Berdasarkan hasil survey dan laporan yang kita terima tercatat  2.727 KK dengan total rincian 10.346  jiwa,” cetus Yacub BN.

Menurutnya, jumlah warga yang terkena dampak bajir paling banyak adalah warga Kelurahan Payuputat wilayah Prabumulih Barat dan Kelurahan Karang Raja di Prabumulih Timur.

Di Kelurahan Payuputat terdata sekitar 1.133 KK yang terkena banjir. ‘’Dari jumlah itu kita totalkan menjadi 4523 jiwa. Kalau wilayah kelurahan karang raja sendiri mencapai 533 KK dengan total 1.599 jiwa. Sejauh ini pihak dinsos telah menerima perintah Pjs Walikota untuk segera memberikan bantuan banjir. Kalau nasi kotak itu jenis tanggap darurat, biasanya tugas bagian umum. Tapi kali ini dinsos telah menyurati Dolog di provinsi untuk mengirim bantuan pangan ke Prabumulih. Insya Allah dalam waktu dekat dapat terealisasi. Nantinya bantuan dari Pemkot Prabumulih sendiri akan kita sandingkan dengan bantuan provinsi mengingat korban banjir kali ini mencapai 10.346  jiwa,” jelasnya.

Sementara itu, Pjs Wako Prabumulih H Richard Chahyadi AP MSi, saat dihubungi via telepon, mengatakan banjir yang melanda di beberapa kelurahan akibat pendangkalan aliran sungai. Untuk wilayah aliran Sungai Kelekar ada tanggul jebol serta drainase yang kurang sesuai.

“Kita sudah lakukan peninjauan langsung ke lapangan, salah satu faktornya akibat pendangkalan aliran sungai, dan ada juga tanggul yang jebol,” tandasnya.

Saat ditanya apa langkah yang diambil Pemkot Prabumulih, Richard mengaku akan menggelar rapat khusus pada Jumat besok (16/3).

Laporan          : AD

Editor/Posting : Imam Ghazali