Balita Berkelamin Ganda Butuh Donatur

53
Sintia Marbella, balita kelamin ganda asal Desa Mendingin terlihat sedang makan bersama ibunya, Ziza Mustika. (foto: udi)

Sumateranews.co.id, BATURAJA – Sintia Marbella, balita berusia 2 tahun ini tumbuh dan berkembang layaknya seorang balita lainnya. Sepintas tampak tak ada yang berbeda dengan dirinya. Namun balita pasangan Arbi Juanda (25) dan Ziza Mustika (21) warga Desa Mendingin Kecamatan Ulu Ogan ini sejak lahir memiliki kelamin  ganda dan dalam waktu dekat harus  segera dioperasi.

Kedua orang tua Sintia tak banyak memiliki biaya untuk operasi tersebut,  apalagi operasi itu harus dilakukan di rumah sakit di Palembang. Supaya operasi tetap dilakukan,  kedua orang tua Sintia mencari donatur.

“Untuk operasi kami mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS),  namun untuk biaya kami berangkat ke Palembang belum ada,  gaji dari honor tak cukup untuk biaya operasional selama operasi di Palembang, ” ujar Arbi Juanda orang tua balita.

Honorer pemadam kebakaran ini juga menambahkan,  anaknya tersebut diduga memiliki kelamin ganda sejak lahir,  hanya saja pada saat lahir kelamin laki-laki belum terlihat.  Begitu terlihat jelas hanya sebesar cabe rawit,  namun setelah setahun berlalu kelamin yang sebelumnya hanya diduga tanda lahir tersebut makin membesar dan menyerupai alat kelamin laki-laki.

“Pertama lahir jenis kelamin anak kami ini perempuan dan setelah umur setahun baru terlihat kalau ada kelamin lain tumbuh. Kemudian kami bawa dokter anak dan mereka menyarankan untuk segera dibawa ke Palembang karena kelaminnya mulai membesar,” kata Arbi.

Mendengar harus dibawa ke Palembang dirinya sempat kebingungan karena tak ada biaya untuk pergi ke Palembang. Hingga akhirnya ia mengadukan hal tersebut ke kepala desanya yang langsung mengurus BPJS Kesehatan Sintia.

“Kami khawatir makin hari kelaminnya makin besar,  sementara dokter sudah menyarankan untuk dioperasi. Kalau saat ini kami sudah memiliki KIS untuk berobat tapi kami tak ada biaya ke Palembangnya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Mendingin, Martambang saat dihubungi membenarkan ada warganya yang saat ini kesulitan biaya untuk operasi anaknya yang memiliki kelamin ganda sejak lahir. Pihaknya sendiri sudah mendatangi Puskesmas Mendingin untuk meminta rujukan untuk dibawa ke rumah sakit.

“Kita sudah berupaya agar Sintia bisa segera dioperasi,  oleh karena itu kita pemerintah desa akan terus mendampingi. Namun memang  keluarga Balita ini tak banyak biaya selama berada di Palembang,” kata Martambang.

Martambang juga berharap ada donatur yang dapat membantu meringankan beban keluarga Arbi Juanda agar segera bisa dilakukan operasi di Palembang. “Kalau saat ini mereka masih tinggal di rumahnya di Desa Mendingin,  sembari menunggu ada donatur kita upayakan untuk melengkapi berkas untuk keperluan operasi Sintia,” pungkasnya.

Beberapa hari kemudian, saat dibincangi  di Halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dr Ibnu Soetowo, Arbi (orang tua Sintia, red) menjelaskan, saat ini pengobatan menggunakan BPJS-KIS. Rencananya akan dibawa ke RSMH Palembang.

“Surat rujukan dari RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja sudah keluar untuk dirujuk ke RSMH Palembang. Rencananya hari ini kami mau berangkat ke Palembang, tapi masih terkendala dana untuk ongkos dan biaya menuju ke Palembang,” kata Arbi mengharapkan, bantuan dari sesama untuk pengobatan anaknya, Sabtu (23/2).

“Tidak punya uang Pak kami untuk ke Palembang. Memang untuk berobat sudah ada jaminan kesehatan BPJS-KIS. Tapi untuk biaya menuju Palembang kami belum ada,” ceritanya.

Ziza ibu Sintia mengaku, anaknya lahir normal. Namun seiring pertumbuhan usia ada benjolan kecil tumbuh dan lama kelamaan membesar menyerupai alat kelamin laki-laki.

“Kalau untuk buang air kecil hanya satu yang berfungsi yakni kelamin perempuan, yang menyerupai jenis kelamin laki-laki tidak berfungsi untuk buang air kecil,” ujarnya.

Dari pemeriksaan dokter, jenis kelamin laki-laki bukan hanya kulitnya saja melainkan ada batangnya. Bahkan kata Ziza dari pemeriksaan dokter ada satu buah zakar.

Ia menjelaskan pada saat hamil putra pertamanya itu normal-normal saja. Tidak ada pengaruh atau firasat.

“Saat hamil berjalan normal saja. Sejak lahir juga normal-normal saja. Bahkan tidak pernah sakit. Baru tahu sejak satu tahun terakhir, daging kecil yang tumbuh itu seiring waktu terus membesar,” tegasnya.

 

Laporan          : Duan/Udi

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here