Bahayakan Pengendara, Walikota Semprot Pasir di Jalan Negara

0
230

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU- Walikota Lubuklinggau H. SN Prana Putra Sohe turun ke jalan. Tepatnya di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Taba Koji Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Selasa (28/11). Prana menyiram hamparan pasir yang tebal agar tak lagi berdebu dan licin bagi pengendara.

Walikota Lubuklinggau H.SN Prana Putra Sohe mengatakan, pekerjaan jalan tersebut merupakan proyek dari pusat dan Jalan Negara. Seharusnya berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Derah (Pemda) Kota Lubuklinggau.

“Kita mau jalan kita bagus, tapi jangan mengorbankan orang. Mau bikin jalan tol saja harus diperhatikan,” cetus Nanan usai menyiram hamparan pasir dengan menggunakan mobil air milik Damkar.

‘’Sedangkan ini (pekerjaan) menyiram pasir di tengah jalan ada ketentuannya dan saya tidak tahu ketentuannya seperti apa. Sebenarnya tidak boleh menghampar pasir di tengah jalan. Tapi untuk pemeliharaan jalan dengan sistem  menyiram pasir di tengah jalan ini seharusnya tidak boleh lagi dilakukan di dalam Kota apalagi di tengah jalan karena berbahaya bagi pengguna jalan.  Sama saja memasang ranjau di tengah jalan, khususnya untuk pengendara motor. Untuk saat ini, kita (Walikota) melakukan upaya membersihkan pasir di tengah jalan dengan cara disemprot dengan air di bagian-bagian yang vital seperti di pertigaan jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Nobel Nawawi mengatakan, untuk spek pekerjaan ini namanya hamburan pasir, memang spek dari pemeliharan jalan tersebut seperti itu. ‘’Kalau berlobang namanya pecing (penampalan lobang). Misalnya untuk menjaga tingkat kehausan dari pada aspal itu memang pakai hamburan pasir. Tetapi dalam hal seperti ini, untuk pemilihan metode kurang tepat, karena tidak efektif dan efesien karena di perkotaan. Sedangkan, pasir ini untuk menyerap kedalam butuh waktu beberapa hari bahkan beberapa minggu, apalagi dalam kota jadi sangat menganggu,” ujar Nobel.

Lanjutnya, untuk secara lisan maupun tertulis sudah disampaikan kepada pihak UPTD Balai Jalan berupa imbauan maupun teguran. Tapi untuk secara resmi kita akan buat surat tertulis untuk Balai Besar. Mengingat jalan yang dipelihara tersebut merupkan jalan Nasional atau Jalan Negara.

Laporan             : Donna Apriliansyah

Editor/Posting    : Imam Ghazali