Babinsa Tugu Sempurna Hadiri Upacara Ritual Ngaben

71

Sumateranews.co.id, MUSI RAWAS– Ngaben secara awam sering diartikan sebagai tradisi ‘pembakaran’ mayat yang dilakukan masyarakat Bali, Namun sebenarnya istilah ini tak selamanya tepat.

Karena di kalangan masyarakat Bali, ngaben juga sering disebut dengan kata palebon. Palebon diyakini berasal dari kata lebu yang berarti tanah atau debu. Jadi, ngaben atau palebon adalah sebuah prosesi upacara bagi sang mayat untuk ditanahkan (menjadi tanah).

Dalam hal mentanahkan ini masyarakat Hindu Bali mengenal dua cara yakni dengan menguburkannya dan atau membakarnya. Dengan kata lain prosesi pembakaran mayat ada dalam upacara ngaben, tapi ngaben tidak berarti selalu berupa upacara pembakaran mayat.

‘’Secara bahasa, kata ngaben berasal dari kata beya yang berarti biaya atau bekal,’’ tutur Resi Ida Pandita Mpu Sri Widya Nanda ini sebelum dimulai pembakaran mayat (ngaben) di Dusun 2 Desa Tugu Sempurna Kec. Muara Kelingi Kab. Musi Rawas, Rabu (4/09/2019).

Dalam upacara  ritual Ngaben itu, hadir Camat Muara Kelingi, Kapolsek Muara Kelingi AKP Hendri Agus, Babinsa 406-05/Muara Kelingi Serma Rohmadani, Babinkamtibmas Brigpol Irfan S, dan aparat Desa Tugu Sempurna.

 

Laporan   : Shandy April/Ril

Posting    : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here