Atasi Gaji Tenaga Honorer, Ketua MKKS SMA OKI Minta Bantu Komite Sekolah

0
654

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Menanggapi keluhan dari para tenaga honor atau tenaga Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di wilayah Kab.OKI yang hingga saat ini belum sepenuhnya menerima gaji, Ketua MKKS SMA di Kab.OKI  menyarankan kepada seluruh SMA khususnya SMAN di Kab.OKI agar mencarikan solusi dengan minta bantuan komite sekolah.

Kepala SMAN 1 Kayuagung yang juga selaku Ketua MKKS SMA di Kab.OKI, Drs Asnawi Zen M.Si saat dikonfirmasi wartawan Sumateranews.co.id diruang kerjanya, Senin (13/11/2017) mengatakan bahwa, memang untuk gaji tenaga  honor  Guru Tidak Tetap (GTT) atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) serta security dan tenaga kebersihan sekolah belum sepenuhnya   dibayar full. Untuk jumlah guru yang PNS di SMAN 1 Kayuagung ini sebanyak 30 orang, tenaga honor (GTT/PTT) sebanyak 29 orang, security (satpam) 2 orang dan tenaga kebersihan sekolah 3 orang sedangkan jumlah seluruh siswa/i kelas X, XI, dan XII sebanyak 813 orang siswa.

Lanjutnya, kebutuhan sekolah itu banyak sedangkan dana bantuan pendidikan sekolah gratis (PSG) untuk triwulan 2, 3, dan 4 hingga saat ini belum cair. ‘’Untuk mengatasi hal tersebut kita sudah melakukan rapat dengan komite sekolah dan meminta kepada Komite Sekolah SMAN 1 Kayuagung agar dapat bersama-sama mencarikan solusi dari kendala yang ada di sekolah. Terutama untuk menggaji tenaga honor maupun tenaga sekolah lainnya agar dapat segera menerima gaji honor mereka,’’ cetus Asnawi.

Dia juga menuturkan bahwa sebelum melakukan rapat  dengan komite sekolah, pihaknya terlebih dahulu menganalisis kebutuhan sekolah, berapa kekurangan atau kebutuhan sekolah yang harus ditanggulangi. Kedua dengan merevisi RKS (Rencana Kerja Sekolah) antara kebutuhan yang ada selisihnya. ‘’Ini dilakukan selain untuk keperluan sekolah juga untuk mengatasi gaji tenaga honor GTT/PTT dan tenaga security serta tenaga kebersihan disekolah. Kan biaya pendidikan ini bukan saja dari pemerintah, juga ada dari masyarakat dan para orang tua/wali siswa,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sekolah tahun ajaran 2017/2018 melalui rapat komite sekolah yang dilaksanakan oleh komite sekolah SMAN 1 Kayuagung pada tanggal 9 November 2017. Dari hasil musyawarah dan mufakat  orang tua/wali siswa dengan ketua dan pengurus Komite Sekolah SMAN 1 Kayuagung (9/11), diperoleh kesepakatan bahwa tiap orangtua/wali siswa menyumbang Rp 120 ribu untuk orangtua/wali siswa kelas XI dan untuk kelas XI dan XII sebesar Rp 100 ribu, dengan tidak melupakan subsidi silang 20 % untuk orang tua/wali siswa yang tidak/kurang mampu, dari jumlah 813 siswa/i yang disubsidi silang 20% atau sebanyak 140 siswa bahkan lebih. Dengan catatan bagi yang siswa yang orang tua/wali siswanya  tidak  mampu  memberikan bantuan dana kesekolah melalui komite sekolah,yakni dengan membawa surat keterangan tidak mampu yang diketahui oleh Lurah dan camat setempat atau ada kartu KIP, PIP, dan berkoordinasi dengan Komite sekolah.

‘’Untuk itu kita menyarankan kepada seluruh  SMAN yang ada di Kab.OKI yaitu ada 26 SMAN, agar segera menganalisis kebutuhan sekolah dan selisih dana atau kekurangan dana untuk dimintakan kepada orang tua/wali siswa melalui komite sekolahnya masing-masing  dengan tidak melupakan subsidi silang 20 % untuk siswa yang orang tua/wali tidak mampu dengan bukti surat keterangan tidak mampu dari lurah dan camat setempat, bukti PIP atau KIP  yang bersangkutan dan tetap berkoordinasi dengan komite sekolah. Mudah-mudahan dengan solusi ini, kendala mengenai gaji honor (GTT/PTT) atau tenaga security dan tenaga kebersihan di sekolah dapat segera teratasi,’’ harapnya.

Dari pantauan dan informasi yang diterima, para  Kepala SMAN/SMKN kini mulai mencari solusi untuk segera membayar gaji tenaga honor ataupun pegawai non PNS lainnya. Setidaknya gaji para honor (GTT/PTT) untuk bulan April-Juni 2017 mulai dicairkan, tinggal gaji bulan Juli s.d Oktober yang belum. ”Ya benar gaji kami untuk bulan April-Juni 2017 hari ini sudah dibayarkan oleh sekolah, lumayan meski tidak seluruhnya setidaknya ada niat baik dari sekolah untuk menggaji kami. Kami berharap sisa gaji kami tetap dibayar,’’ aku salah satu tenaga honorer di salah satu SMKN di Kayuagung.

Laporan            : Aliaman

Editor/Posting  : Imam Ghazali