Aswari-Irwansyah Prihatin Atas Korban Mahasiswa Bina Dharma Palembang di Insiden Gedung BEI

0
89

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Musibah memang ujian dan cobaan yang setiap saat dan kesempatan dapat menimpa siapa saja. Semuanya tanpa diduga dan tak disangka-sangka.
Hal itu juga yang menimpa 17 mahasiswa Bina Dharma Palembang yang tengah melakukan PKL (Praktek Kerja Lapangan) di saat tragedi ambruknya selasar Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/1/2018) siang. ‘’Kami turut prihatin atas musibah yang telah menimpa para mahasiswa Bina Dharma tersebut. Semoga mereka sabar dan cepat sembuh serta senantiasa dilindungi oleh Allah SWT sehingga dapat menyelesaikan tugas mereka sebagaimana mestinya,’’ ujar Kak Wari sapaan akrab H. Saifudin Aswari Riva’i salah satu calon Gubernur Sumsel periode 2018—2003 yang berpasangan dengan Kak Irwan, sapaan akrab Irwansyah selaku calon Wagub Sumsel, Senin malam (15/1).
Perhatian Wari terhadap keberadaan mahasiswa tersebut menunjukkan bagaimana perhatian beliau terhadap para generasi muda di Sumsel. Hal itu juga menunjukkan sebagai salah seorang pemimpin yang memiliki jiwa asih dan asuh serta peduli terhadap lingkungannya, termasuk keberadaan mahasiswa yang tengah PKL. ‘’Di sisi lain lagi, semoga melalui musibah ini dapat dijadikan pembelajaran buat pihak BEI juga akan perawatan suatu asset dan kekuatan suatu gedung hingga tak lagi membahayakan nyawa manusia. Semoga musibah ambruknya gedung tak lagi terjadi, terlebih di Sumsel ini,’’ harap Wari.
Sebagaimana diketahui, lantai 2 Gedung II ada selasar yang biasa dipakai berjalan oleh para karyawan, itu yang roboh. Dari korban yang terdata sebanyak 77 orang, 17 dia antaranya adalah mahasiswa Bina Dharma yang hingga kini masih dirawat di RSAL Mintoharjo. Mereka adalah sebagai berikut.
1. Sandra Repita, Jakarta, 26 Maret 1997 luka pada lutut kiri
2. Desi Agustin, Palembang 28 Sgustus 1997, luka pada kaki kanan.
3. Meli Anjani, Palembang 4 Mei 1997, luka punggung kaki kanan.
4. Ninik Putri Utami, Banyuasin, 11 April 1997, keseleo kaki kanan.
5. Siti Nurhanifah, Palembang 1 Maret 1993, luka tangan kanan dan kaki kanan.
6. Firda, Palembang 25 Maret 1997, luka pada tangan kiri dan kaki kanan.
7. Despahera, Penantian, 20 Desember 1996, tangan kiri patah dan kaki kiri lecet.
8. Indah Yulianti Putri, Palembang, 27 Juli 1997, luka lebam pada paha kanan dan kaki kiri.
9. Karmetha Putri, Prabumulih, 1 Juli 1997, luka memar pada punggung.
10. Indah Asdiah, Muara Danau, 25 November 1997, punggung belakang retak.
11. Fransisca, Palembang 2 Juli 1996, luka memar dan lecet pada kaki.
12. Deka, Palembang 21 oktober 1996, tulang pinggul patah dan tangan kiri patah.
13. Miranda, Lubuk Linggau, 13 november 1997, luka pada kepala dan kaki kanan lecet.
14. Oktarina Sarah, Palembang 28 Oktober 1997, luka pada kaki kiri.
15. Kiki, tidak ada luka dibawa keluarga pulang
16. Gita, Pagaralam, 14 Juli 1997, luka pada tumit sebelah kiri dan luka memar pada kepala.
17. Apriani, Palembang, 16 juli 1997, luka memar pada jari kiri.
Laporan : Yudi
Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article