Astaghfirullah, Pria Ini Bukannya Ikut Salat Malah Berbuat Maksiat di Masjid

0
706

Peristiwa Ini Terjadi di Pagaralam Selatan

PAGARALAM – Entah setan apa yang merasuki lelaki ini, Er alias Een, warga Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Di bulan Suci Ramadan ini bukannya datang ke masjid untuk memperbanyak ibadah dan zikir, malah nekat berbuat asusila.

Tindakan itu terungkap, saat pelaku diamankan anggota Satreskrim Polres Pagaralam, pada Sabtu, 9 April 2022, usai ditangkap massa.

Dari keterangan di lapangan, aksi cabul pelaku itu bermula, ketika dirinya mendatangi sebuah masjid di Sidorejo, Kecamatan Pagaralam Selatan, pada Jumat subuh, 8 April 2022, sekitar pukul 05.00 WIB.

Menurut warga, pelaku mendatangi dan masuk ke dalam masjid, dan selanjutnya mengintai jamaah yang sedang melaksanakan Salat Subuh. Tepat, saat para jemaah sedang melakukan sujud, pelaku langsung membuka resleting celananya dan memeluk salah seorang jemaah anak-anak dari belakang.

Namun karena kejadian begitu cepat, membuat korban yang diketahui berinisial RR (15) berteriak sehingga membuat pelaku tidak dapat berbuat banyak, dan langsung melarikan diri.

Disaksikan oleh jamaah yang berdekatan dengan korban, ia pun menceritakan kejadian itu dengan ayahnya, yang saat kejadian juga sedang salat di masjid tersebut.

Mendapat cerita itu, ayah korban bersama jamaah lainnya bergegas keluar dan mengejar pelaku. Namun pelaku sudah menghilang dan kabur melarikan diri.

Tetapi bukannya jera dan takut, pelaku yang sudah dikuasai hawa nafsu tersebut kembali mengulangi perbuatannya dan muncul kembali keesokannya.

Namun apes bagi pelaku, para pengurus Masjid dan jemaah, yang telah mengantisipasi kejadian tersebut, langsung menyergap dan mengamankan pelaku.

Berselang tidak lama kemudian, Kasatreskrim Polres Pagaralam, AKP Najamuddin SH bersama anggotanya, yang menerima laporan dari warga sebelumnya, mendatangi lokasi dan mengamankan tersangka.

“Sementara ini tersangka dan barang bukti kita amankan di Mapolres Pagaralam,” ujar Najamuddin..

Dikatakannya, akibat perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 82 ayat 1 UU  Nomor. 17.Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak jo UU No. 35 Tahun 2014.tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002.tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

Di tempat terpisah, Orang tua korban meminta, agar tersangka dapat dihukum seberat beratnya. “Kasihan anak kami Pak, dia masih anak anak. Sampai sekarang dia masih trauma dan masih takut untuk salat di Masjid, dan juga berharap agar kejadian kejadian semacam ini tidak ada atau terulang lagi,” tandasnya. (Herman)

Editor: Donni