Aset Diserahkan, Pemkab Pali Genjot Pembangunan Intake

28
Selain intake, pipanisasi juga sedang dibangun Pemkab Pali demi memenuhi kebutuhan air bersih warga secara merata. (foto: nelka)

Sumateranews.co.id, PALI- Memasuki musim kemarau selama ini, amatlah berdampak akan kebutuhan air bersih  bagi masyarakat di Sumsel. Tanpa terkecuali di Kabupaten Pali.

Namun masyarakat Pali saat ini mulai bisa bernafas lega, sebab sejak diserahterimahkannya Aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim ke Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), maka Pemkab Pali langsung  menggenjot pembangunan intake. Hal itu dimaksudkan untuk menyuplai air bersih ke rumah-rumah warga secara baik dan merata.

Intake yang dibangun ini adalah untuk menampung air dari sungai atau mata air terbesar di suatu daerah yang dimiliki Perusahaan Daerah Air Minum. Kemudian akan diproses dan dikelola sedemikian rupa untuk disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan jumlah dan keperluan yang dibutuhkan.

Pembangunan intake memang memerlukan waktu dan rancangan khusus agar dapat bekerja maksimal sebagaimana kebutuhan masyarakat. Apalagi penyerahan aset dari Pemkab Muara Enim ke Pemkab Pali hanya bersifat pipanisasi dan sejumlah peralatan yang ada di wilayah Bumi Serepat Serasan saja.

Sementara  intake pengumpul dan penyaring hingga boster masih masuk wilayah Kabupaten Muara Enim, karena itu Pemkab Pali bekerja sama dengan Perusahaan daerah (Prusda) PT Tirta Pali Anugerah membuat intake sendiri di wilayah Kabupaten Pali. Hal itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih dan memaksimalkan penyalurannya ke semua masyarakat atau pelanggan.

Bupati Pali Ir. H. Heri Amalindo MM saat dikonfirmasi sejumlah media Rabu (28/6) mengatakan bahwa PDAM yang menjadi bagian pokok masyarakat Kabupaten Pali ini juga menjadi prioritas utama. ‘’Mengapa demikian karena saat ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi kebutuhan pokok  masyarakat Kabupaten Pali demi memenuhi kebutuhan  air bersih secara merata di masyarakat,’’ cetus Heri.

Apalagi hingga saat ini, sebagian peralatan PDAM masih masuk wilayah Kabupaten Muara Enim yang secara otomatis  sebagian belum dimiliki Pemkab Pali, maka dibuat jaringan atau tambahan lainnya sendiri.

‘’Untuk sementara kita masih bekerja sama dengan Pemkab Muara Enim karena kebutuhan  air bersih  masih dipasok dari intake dan boster yang ada di Teluk Lubuk Muara Enim. Karenanya kita genjot pembuatan intake sendiri agar dapat memaksimalkan  kebutuhan air bersih warga,’’ jelasnya.

Selain itu, Pemkab Pali juga akan memperbaiki jaringan pipa sebagai pengantar air dari rumah ke rumah. ‘’Setelah semuanya selesai, maka kita tidak menggunakan intake Muara Enim lagi tapi sudah bisa pakai punya sendiri,’’ tegas Bupati.

Laporan          : Anelka

Editor/Posting : Imam Ghazali

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here