Anjal Tewas, Terjebak Kebakaran dalam Monumen Perjuangan

0
159
Tugu monumen perjuangan lokasi anak jalanan terjebak dalam kebakaran. Foto: Donna

Sumateranews.co.id, LUBUK LINGGAU − Tiga anak jalanan (Anjal) di Lubuklinggau Sumatera Selatan, mengalami luka bakar dan kehabisan oksigen, akibat terkurung didalam tugu monumen perjuangan yang terbakar, akibat dari kejadian itu satu dari tiga anjal tewas diduga terlalu banyak menghirup asap yang berasal dari kebakaran.

“Saat itu kami sedang tidur bertiga bersama Yayan (16) dan Tina (15) didalam tugu monumen perjuangan, Minggu  pukul 23.00 WIB sehabis pulang dari mengamen di pasar,” kata Nuryani (16) salah seorang korban, yang sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit Sobirin, Senin (13/8).

Dijelaskannya, saat mereka sedang tidur pulas, sekitar pukul 04.30 WIB dirinya bangun, dan melihat didalam ruangan monumen sudah penuh dengan asap yang tebak dari pintu masuk serta mengeluarkan api yang cukup besar.

Nuryani mengatakan, setelah melihat ada api yang besar tersebut dirinya langsung memadamkan api dengan menggunakan jaket yang dikenakannya, agar bisa keluar dari jebakan api.

“Saya berhasil keluar, lalu saya langsung meminta bantuan ke Polres, untuk meminta pertolongan dan membantu teman saya yang masih berada didalam,” ungkapnya.

Akibat dari kejadian itu, dikatakannya satu temannya yang bernama Tina meninggal dunia, diduga karena banyak menghirup asap didalam monumen, saat ini temannya tersebut sudah diantarkan kerumah duka.

Kedua anjal yang berhasil selamat saat menjalani perawatan intensif dirumah sakit Sobirin di Lubuklinggau, Senin (13/8).

Nuryani mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui pasti api tersebut berasal dari mana, karena saat itu mereka sedang tidur pulas, namun diakuinya saat tidur tidak menghidupkan api.

Sementara Kabid Humas Rumah Sakit Sobirin Yasman Faizal saat dikonfirmasi membenarkan jika ketiganya diantarkan kerumah sakit, dalam kondisi lemas dan mengalami luka bakar disekujur tubuh sekitar 20 persen.

“Saat ini kita belum bisa menghubungi keluarganya karena tidak memiliki identitas lengkap, sementara satu temannya yang meninggal sudah dijemput pihak keluarga,”pungkasnya.

 

Laporan : Donna

Editor    : Syarif