Aneh, Proyek Taman Kota di Ogan Ilir Saat Ini Masih Dikerjakan

313
PROYEK TAMAN KOTA OI: Proyek Taman Kota di dekat Terminal KM 32, Indralaya Utara sampai saat ini terpantau masih dikerjakan oleh pelaksana kontraktornya. Padahal kontrak kerjanya telah habis, pada akhir Desember 2018 kemarin.

Sumateranews.co.id, INDRALAYA – Dugaan banyaknya proyek di Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai kontrak kerja sepertinya bukan isapan jempol belaka. Salah satunya seperti pekerjaan Proyek Taman Kota di dekat Terminal KM 32, Indralaya Utara sampai saat ini terpantau masih dikerjakan oleh pelaksana kontraktornya. Padahal kontrak kerjanya telah habis, pada akhir Desember 2018 kemarin.

Ironisnya lagi, pekerjaan proyek yang menelan dana sekitar Rp5 milyar ini kondisinya masih semrawut dengan timbunan tanah becek tak beraturan, dan banyak digenangi air.

Dinas Perumahan dan Permukiman Ogan Ilir selaku leading sektor proyek tersebut mengklaim, kondisi alam menjadi alasan utama terlambatnya pengerjaannya.

“Karena kondisi alam sehingga proyek itu diberikan addendum waktu pekerjaannya,” terang Kabid Perkim, Syarifudin belum lama ini.

Sementara terkait pelaksanaan pekerjaan Proyek Taman Kota OI, Ketua TP4D (Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah Pembangunan Daerah) Kejaksaan Ogan Ilir, Imam Hidayat, ketika hendak dikonfirmasi awak media, sedang tidak berada ditempat. Menurut staff Kejaksaan, Imam sedang bepergian ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

“Pak Imam lagi pergi ke Kejati Sumsel, kemungkinan tidak balik lagi ke kantor,” ujar staff Kejari OI, Senin kemarin.

Sebelumnya, Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam saat meninjau lokasi pembangunan proyek Taman Kota, pada Rabu (21/12/ 2018) tahun lalu, menyatakan akan memutus kontrak pekerjaan bila pelaksana kontraktor proyek bekerja tidak tepat waktu dan tidak sesuai ketentuan.

Hadir dalam kunjungan itu, Kasi Intel Kejari Ogan Ilir Imam Hidayat yang juga ketua TP4D, Kepala Dinas Perkim, Yulius Hedri, Wakil Ketua DPRD Ogan Ilir, Wahyudi dan beberapa pekerja proyek.

“Hari ini, kita bersama Kejari Ogan Ilir selaku tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah Dan Pembangunan Daerah (TP4D) meninjau langsung guna mengetahui sejauh mana progress pembangunan ke dua item pekerjaan tersebut. Kami menghimbau agar kontraktor dapat bekerja dengan baik dan tepat waktu. Bila tidak akan di putus kontrak,” janji Ilyas, kala itu.

Laporan : MAL

Editor     : Donny

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here