Aneh! Ditanya Penggunaan Dana Desa, Kepala Tiyuh Kibang Budijaya Mencak-Mencak dan Ancam Wartawan

613
Foto ilustrasi

Sumateranews.co.id, TUBABA – Lagi perlakuan tak menggenakan diterima pekerja jurnalistik. Kali ini dialami oleh sejumlah awak media yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), saat hendak melakukan konfirmasi ke Kepala Tiyuh Kibang Budijaya, Kecamatan Lambu Kibang, Tubaba, Lampung.

Selain mendapatkan intimidasi, para awak media dari sejumlah media online ini juga menerima ancaman dari Kepala Tiyuh Kibang Budijaya berinisial Tb. Peristiwa terjadinya pengancaman ini bermula saat sejumlah pewarta hendak melakukan konfirmasi lewat via ponsel milik salah satu wartawan kepada yang bersangkutan soal penggunaan dana desa di Tiyuh yang dia kepalai, pada Kamis siang (19/9/2019) kemarin.

Konfirmasi dilakukan dikarenakan adanya beberapa aparatur Tiyuh enggan memberikan keterangan, dan Tb saat itu mengaku dirinya sedang tidak di tempat sehingga wartawan menghubungi melalui ponselnya. Namun ironinya Tb langsung menunjukkan sikap yang tidak semestinya dari seorang pejabat publik.

Tak cuma itu, Tb juga mencak-mencak ketika wartawan yang menghubunginya menanyakan informasi terkait realisasi Dana Desa di Tiyuh Kibang Budijaya tersebut. Bahkan, ia mengancam mengumpulkan massa untuk mengintimidasi wartawan.

“Selagi warga masyarakat saya tidak ada yang merasa menyalahkan penggunaan anggaran dan situ tidak ada hak menanyakan ini karena yang berhak adalah inspektorat,” kata dia dengan nada tinggi.

Bahkan menurut dia, untuk menanyakan penggunaan anggaran dana desa 2017 itu adalah hak inspektorat. Dan pihaknya tidak terima jika ada instansi lain menanyakan hal tersebut.

“Jangan samakan saya dengan lurah (Kepala Tiyuh) lain. Saya tidak terima seolah- olah saya salah, kenapa kalian menanyakannya (realisasi dana desa) ke saya, tanyakan saja di Inspektorat saya ada atasan, atasan saya Bupati. Untung kalian tidak ketemu saya, kalau kalian ketemu dengan saya pasti “GANGGU KALIAN” saya kumpulkan masyarakat baru tau kalian,” ancam Tb.

Tb juga mengklaim jika Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik tidak bisa diterapkan di Tiyuh, yang ia pimpin itu.

“Undang-undang publik itu nggak bisa dipakek, hanya inspektorat saja yang berhak memeriksa, kalau saya salah pasti saya sudah dipanggil oleh inspektorat, dan juga saya orang lapangan, asal kalian tahu jangankan wartawan, Menteri sekalipun tidak berhak menanyakan realisasi dana desa di tiyuh, Jadi kalau kalian menanyakan dana desa 2017 kalian tidak ada hak, menteri aja nggak ada haknya untuk menanyakan. Kalau media meminta informasi itu tidak bisa ke saya, kalian harus ke inspektorat atau camat jangan ke desa,” kilahnya.

Bahkan dirinya mengaku berucap seperti itu lantaran ia mengaku jika keluarganya wartawan semua, lebih jauh dirinya berujar dan menyombongkan memiliki perkebunan singkong hingga ratusan hektar.

“Kakak adik saya wartawan semua di Way Abung itu, saya bukan jadi kepala desa saja, kebon singkong saya ratusan hektar jangan samakan saya dengan lurah lain yang mengandalkan dari dana desa itu,” pungkasnya, dengan nada sombong.

Laporan : Dedi

Editor    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here