Aneh, Bikin Prona Kok Bayar Hingga 3 Juta Lebih

0
258
Lurah Gunung Ibul, Marta saat dikonfirmasi terkait dugaan pembayaran dalam pembuatan Prona. (foto: ist)

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH- Ada-ada saja yang dilakukan oleh staf kelurahan yang memintai biaya hingga 3 juta lebih kepada warga yang mau buat surat sertifikat tanah (Prona). Hal itu terungkap saat warga yang telah membayar tersebut kembali menanyakan kapan selesainya Prona.

Nur adalah salah satu korban yang merasa tertipu oleh ulah staf kelurahan. Saat ditemui di kediamannya, dia mengakui bahwa biaya yang diminta oleh oknum kelurahan berinisial A mencapai Rp 3 juta lebih.

“Pertama sudah kita kasih uang kepada,” A sebesar Rp 3.900.000. Namun hingga kemarin, kita telpon, ternyata belum selesai,’’ ujar Nur.

Masih kata nur, Karena si A, ini kita telpon, dan kita tanyai, bagaimana suratnya, apakah sudah selesai belum, dan si A menjawab, belum dan malah minta tambahi lagi uang sebesar Rp 1.500.000, dan saya pertanyakan, Loh, kok minta lagi, keluhnya.

‘’Yang kemarin aja saya dipinta uang , eh ini malah mau nambah, kan bikin Prona ini gratis,’’ cetusnya kesal.

Menanggapi hal ini, Lurah Gunung Ibul, Marta saat dibincangi Jumat (24/8/2018) di ruang kerjanya mengatakan bahwa, kalau bikin surat tanah (Prona) itu gratis, dan tidak dipungut biaya.

‘’Terkait masalah staf lurah yang nakal berinisial A, sudah kita panggil, dan juga dengan korban bersangkutan,” tandas Lurah.

“Saya juga sudah memperingati bawahan saya, dari sejak saya menjabat sebagai Lurah Gunung Ibul. Dan kalau ada masalah Prona tolong diselesaikan, dan jangan sampai memaksa warga. Ketika ada berita di salah satu media lokal, saya sangat kaget, ternyata omongan saya dicuekin saja,’’ tambahnya.

“Yang pasti kemarin, kita sudah memanggil korban dan staf, yang diduga berulah, seandainya inisial A, melakukan atau sengaja meminta uang pada warga yang sedang bikin Prona, ya tanggung jawab, dan kalau tidak terbukti, ya dikonfirmasi dengan wartawan yang bersangkutan dan diselesaikan,’’ tandasnya.

Terpisah, Kepala Inspektorat Kota Prabumulih, Yosef Manjan saat dikonfirmasi melalui telpon seluler menyayangkan perbuatan yang dilakukan inisial A, kalau itu terbukti.

“Sejauh ini, kita sudah membaca dari media lokal, terkait ulah staf kelurahan yang melakukan pungutan biaya bagi warga yang mengurus sertifikat tanah (prona) dan untuk sejauh ini, kita akan berkoordinasi dengan pihak lurah, dan melakukan panggilan terhadap oknum berinisial A,’’ tegasnya.
‘’Jika nanti dari pemeriksaan terbukti, maka pasti kita akan memberikan sanksi yang tegas pada staf yang nakal itu,’’ cetusnya.

Disinggung, seandainya korban sudah melaporkan pada pihak berwajib? “Ya mau tidak mau kita serahkan dengan pihak kepolisian, karena korban sudah pasti merasa dirugikan,” pungkas Yosef.

Sementara itu, si A saat mau dikonfirmasi melalui telpon seluler, nomornya sibuk, saat di SMS, tidak ada jawaban sampai berita ini diterbitkan.

Laporan          : AD
Editor/Posting : Imam Ghazali