Amankan Barang Bukti Rp 217 Miliar, Polri Sukses Ungkap Pinjol Ilegal

0
253

JAKARTA – Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) berhasil mengungkap kasus pinjaman online ilegal dengan modus penggunaan aplikasi kredit kilat.

“Total Rp 217 miliar disita sebagai barang bukti dari para tersangka. Korps Bhayangkara turut mengamankan 13 tersangka, tiga di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Cina,” kata Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, Brigadir Jenderal Whisnu Hermawaan di kantornya, Jakarta, pada Selasa, 16 November 2021.

Dalam menjalankan aksinya, pinjol ilegal ini diduga menggunakan jasa desk collection dengan mengirimkan pesan ancaman, penghinaan, hingga pornografi ke para korban.

Ketiga WNA tersebut berinisial WJS (32) berperan sebagai pengendali Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Inovasi Milik Bersama (IMB), GCY (38) berperan sebagai teknisi IT yang mengintegrasikan serta mengoperasikan peralatan, dan JMS (57) berperan sebagai Direktur Bisnis PT AFT. Dirtipideksus

Bareskrim Polri Brigjen Pol. Whisnu Hermawan, S.I.K., M.H., mengungkapkan, para tersangka adalah warga negara Cina pemilik perusahaan. Dari 7 rekening yang diduga merupakan sumber tindak pidana tersebut berhasil disita dan diblokir oleh petugas sebesar Rp 217 miliar. Nantinya rekening-rekening tersebut akan di dalami kembali karena dari Bareskrim Polri telah mengidentifikasi semua kegiatan dari pinjol ilegal.

“Sudah mengidentifikasi semua kegiatan pinjol ilegal tersebut,” kata dia.

Whisnu berkata KSP Inovasi menawarkan pinjaman lewat aplikasi Kredit Kilat dan Kredit Kilat Pro. Transfer kepada nasabah dilakukan dengan PT AFT, selaku perusahaan penyelenggara transfer dana. PT AFT mengirim dana ke nasabah lewat nomor rekening dan menerima pembayaran lewat virtual akun dari nasabah.

Untuk menagih utang, KSP Inovasi Milik Bersama dan PT AFT menggunakan jasa desk collection. Desk collection menagih utang dengan cara mengirim konten ancaman, penghinaan, penistaan, hingga berisi konten pornografi. Pengiriman itu dilakukan melalui SIM Card yang telah teregistrasi secara ilegal.

Dalam kasus pinjol ilegal, Bareskrim telah menangkap 13 tersangka. Tiga di antaranya adalah warga negara asing atau WNA Cina.

“Para tersangka adalah warga negara Cina pemilik perusahaan. Dari 7 rekening yang diduga merupakan sumber tindak pidana tersebut berhasil disita dan diblokir oleh petugas sebesar Rp 217 miliar. Nantinya rekening-rekening tersebut akan didalami kembali karena dari Bareskrim Polri telah mengidentifikasi semua kegiatan dari pinjol ilegal,” pungkasnya. (*/King)

Editor : Donni